Tak terasa, Singapore Airlines sudah beroperasi selama 75 tahun di Indonesia. Maskapai negara tetangga ini ingin sekali mengenalkan keindahan di RI selain Bali.
Singapore Airlines tercatat sebagai salah satu maskapai internasional yang paling lama beroperasi di Indonesia. Lebih dari 75 tahun sudah maskapai berkode SQ ini beroperasi di Indonesia.
Selama itu pula, sudah puluhan ribu, bahkan mungkin ratusan ribu wisatawan telah diantarkan Singapore Airlines terbang dari berbagai penjuru dunia menuju ke Indonesia dan mengeksplorasi keindahannya.
“Selama itu, kami telah mendukung konektivitas internasional bagi pelaku bisnis dan wisatawan, sekaligus berkontribusi pada hubungan diplomatik, perdagangan, dunia usaha, dan pariwisata inbound yang mana sangat penting bagi Indonesia,” ucap Chee Chian Seah, General Manager (GM) Indonesia, Singapore Airlines dalam perbincangan dengan infoTravel di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Sambil menyantap makan siang di Satoo Restaurant, Chee Chian mengakui sendiri betapa indahnya Indonesia. Sudah bukan rahasia lagi jika Indonesia dianugerahi Tuhan dengan keindahan alam yang luar biasa.
Namun sayang, banyak orang di luar sana yang hanya tahu Bali saja. Padahal, ada banyak tempat lain di Indonesia yang sama indahnya dengan Bali.
“Singapore Airlines tidak hanya membawa orang Indonesia terbang ke luar, tetapi juga membawa orang dari luar negeri ke Indonesia. Ada banyak keindahan alam di Indonesia. Sayang sekali ada banyak orang asing yang tahu Bali tapi tidak dengan daerah lain di Indonesia,” imbuh pria yang pernah berkantor di Los Angeles itu.
“Saya rasa itu sesuatu yang masih bisa ditingkatkan. Masih ada banyak peluang untuk itu. Kami sangat senang untuk membantu memfasilitasi itu bersama dengan Kementerian Pariwisata,” kata Chee Chian menambahkan.
Sejauh ini, rute-rute yang dibuka Singapore Airlines di Indonesia memiliki performa yang sangat baik. Permintaan pelanggan terus tumbuh dengan sangat sehat. Masing-masing rute, memiliki karakteristik tersendiri.
“Untuk rute Jakarta-Singapura, merupakan campuran dari wisatawan maupun pebisnis, ada banyak aktivitas bisnis antara Jakarta dan Singapura. Kami juga membawa business traveler dari berbagai bagian jaringan kami, dari Eropa, USA, Japan, Korsel, transit di Singapura baru ke Jakarta. Jadi, banyak business traveler, tapi di saat yang bersamaan ada banyak juga premium leisure traveler. Bisnis kami berjalan dengan sangat baik untuk rute ini. Itulah sebabnya kami menggunakan pesawat wide body untuk rute ini,” jelas dia.
Sedangkan untuk rute Singapura-Bali, kebanyakan adalah turis karena permintaan ke Bali sangat tinggi untuk berwisata. Sementara untuk kota sekunder seperti Padang dan Palembang, mereka terbang transit untuk Umroh.
Saat ini, Singapore Airlines memang tidak akan menambah rute baru di Indonesia. Mereka tercatat hanya terbang ke empat kota besar yaitu Jakarta, Medan, Surabaya dan Denpasar.
Tapi melalui anak usahanya, Scoot yang berada di bawah bendera SIA Group, mereka terus berekspansi dengan membuka rute baru. Saat ini, Scoot sudah terbang di 11 kota di Indonesia antara lain, Jakarta, Pekanbaru, Manado, Medan, Balikpapan, Semarang, Labuan Bajo, Denpasar, Palembang, Yogyakarta dan Surabaya.
“Pada 1 Februari 2026, Scoot akan membuka penerbangan ke Medan. Di Medan, kita sudah punya Singapore Airlines yang beroperasi di sana. Jadi akan ada 2 kali sehari penerbangan Singapore Airlines ditambah dengan penerbangan harian dari Scoot. Di Medan, Singapore Airlines beroperasi di rute pagi dan malam hari, jadi penerbangan Scoot ada di tengahnya. Jadi tidak bersamaan dan berkompetisi satu sama lain,” kata Chee Chian.
Kehadiran Scoot di bawah naungan SIA Group memang bertujuan untuk membuka segmen pasar baru, yaitu segmen pasar yang lebih sensitif terhadap harga dan lebih ramah kepada kaum low cost.
Saat ditanya tentang penambahan rute baru di Indonesia, Singapore Airlines mengaku tertarik, tapi tidak ingin sembarangan. Mereka ingin agar rute baru itu bertahan untuk waktu yang lama, bukan sekadar in dan out dengan cepat.
“Kami selalu punya keinginan untuk menambah frekuensi penerbangan, tapi, tidak karena ingin, maka kami akan harus, karena maskapai harus mengurus banyak perizinan, regulasi, persetujuan, sumber daya baik pesawat maupun kru. Ketika kami sudah punya semuanya dan siap, maka kami akan bisa untuk menambah penerbangan, tapi untuk saat ini tidak,” tegas Chee Chian.
Saat ini, jaringan Singapore Airlines secara global sangatlah luas dan beragam. Jika dihitung dengan codeshare bersama maskapai lain, maskapai negeri Singa ini sduah terbang ke 358 destinasi di 74 negara dan teritori.
Dengan jangkauan jaringan seluas itu, Singapore Airlines merasa bangga bisa bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Garuda Indonesia untuk mengenalkan lebih beragam lagi keindahan Indonesia selain Bali kepada wisatawan dari berbagai negara.
“Kami bangga dapat bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi pariwisata prioritas Indonesia. Pada tahun 2025, kami memperkuat kemitraan strategis ini untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar, serta konektivitas yang lebih baik antara Indonesia dan jaringan global Singapore Airlines,” tutup dia.
Melebarkan Sayap Bersama Dengan Jaringan Scoot
Saat ini, Singapore Airlines memang tidak akan menambah rute baru di Indonesia. Mereka tercatat hanya terbang ke empat kota besar yaitu Jakarta, Medan, Surabaya dan Denpasar.
Tapi melalui anak usahanya, Scoot yang berada di bawah bendera SIA Group, mereka terus berekspansi dengan membuka rute baru. Saat ini, Scoot sudah terbang di 11 kota di Indonesia antara lain, Jakarta, Pekanbaru, Manado, Medan, Balikpapan, Semarang, Labuan Bajo, Denpasar, Palembang, Yogyakarta dan Surabaya.
“Pada 1 Februari 2026, Scoot akan membuka penerbangan ke Medan. Di Medan, kita sudah punya Singapore Airlines yang beroperasi di sana. Jadi akan ada 2 kali sehari penerbangan Singapore Airlines ditambah dengan penerbangan harian dari Scoot. Di Medan, Singapore Airlines beroperasi di rute pagi dan malam hari, jadi penerbangan Scoot ada di tengahnya. Jadi tidak bersamaan dan berkompetisi satu sama lain,” kata Chee Chian.
Kehadiran Scoot di bawah naungan SIA Group memang bertujuan untuk membuka segmen pasar baru, yaitu segmen pasar yang lebih sensitif terhadap harga dan lebih ramah kepada kaum low cost.
Saat ditanya tentang penambahan rute baru di Indonesia, Singapore Airlines mengaku tertarik, tapi tidak ingin sembarangan. Mereka ingin agar rute baru itu bertahan untuk waktu yang lama, bukan sekadar in dan out dengan cepat.
“Kami selalu punya keinginan untuk menambah frekuensi penerbangan, tapi, tidak karena ingin, maka kami akan harus, karena maskapai harus mengurus banyak perizinan, regulasi, persetujuan, sumber daya baik pesawat maupun kru. Ketika kami sudah punya semuanya dan siap, maka kami akan bisa untuk menambah penerbangan, tapi untuk saat ini tidak,” tegas Chee Chian.
Saat ini, jaringan Singapore Airlines secara global sangatlah luas dan beragam. Jika dihitung dengan codeshare bersama maskapai lain, maskapai negeri Singa ini sduah terbang ke 358 destinasi di 74 negara dan teritori.
Dengan jangkauan jaringan seluas itu, Singapore Airlines merasa bangga bisa bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Garuda Indonesia untuk mengenalkan lebih beragam lagi keindahan Indonesia selain Bali kepada wisatawan dari berbagai negara.
“Kami bangga dapat bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi pariwisata prioritas Indonesia. Pada tahun 2025, kami memperkuat kemitraan strategis ini untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar, serta konektivitas yang lebih baik antara Indonesia dan jaringan global Singapore Airlines,” tutup dia.
