Pakai Baju Palestina, Seorang Penumpang ‘Ditampar’ Pramugari

Posted on

Seorang penumpang Delta Airlines mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari pramugari karena kemeja dengan tulisan Palestine. Penumpang bernama Mohammad Shibli ini ditampar setelah meminta air untuk anaknya yang haus selama perjalanan dari Atlanta ke Fresno, California.

Dalam insiden yang terjadi pada 29 Juli 2025 ini, Shibli melakukan penerbangan bersama istri dan dua putranya. Dikutip dari NDTV, putra bungsu Shibli awalnya nangis karena haus. Istri Shibli kemudian minta air pada pramugari terdekat, namun ditolak.

Istri Shibli kemudian minta air lagi para pramugari yang sedang duduk di bagian belakang pesawat. Permintaan kembali ditolak disertai nada bicara tidak sopan. Akhirnya keluarga Shibli mendapatkan air dari pramugari lain, yang sekaligus minta maaf atas tingkah laku rekan kerjanya.

Situasi memanas ketika pramugari yang menolak memberikan air, kembali untuk menawarkan hal serupa. Shibli yang sudah merasa kesal menolak tawaran tersebut, yang ternyata bikin pramugari meradang. Pramugari itu kemudian mengucapkan kata-kata kasar, yang dibalas Shibli.

Tidak terima, pramugari yang tidak disebutkan namanya ini berjalan lebih dekat lalu menampar Shibli di depan keluarganya. Setelah melakukan perbuatan tidak menyenangkan itu, pramugari tersebut lanjut melayani penumpang lain seolah tidak terjadi apa-apa.

Pramugari lain akhirnya turun tangan, lalu menyuruh rekannya duduk di kursi belakang pesawat. Insiden yang menimbulkan kemarahan ini akhirnya dibawa ke jalur hukum. Tim hukum Shibli menuntut ganti rugi dari Delta Airlines.

“Saya terjebak di pesawat itu selama hampir empat jam. Rasanya menyakitkan dan memalukan. Tidak seorang pun seharusnya mengalami kekerasan fisik seperti ini, terutama di pesawat yang sedang mengudara,” kata Shibli.

Pengacara Shibli, Ali Awad, menuduh insiden tersebut dipicu perilaku diskriminatif terhadap istri Shibli yang kemejanya bertuliskan Palestina. Awad membandingkan insiden sebelumnya Juli lalu, saat pramugari Delta mengenakan pin bendera Palestina yang salah diidentifikasi sebagai lencana Hamas di media sosial.

Menurut Awad, Delta Air Lines seharusnya memberi pendidikan dan pelatihan bagi krunya menghadapi isu terkait Palestina. Delta Air Lines belum merespon pernyataan tim hukum Shibli, namun telah memberi sanksi pramugari dalam insiden dan sedang menunggu hasil penyelidikan internal.