Di tengah meningkatnya overtourism di kota-kota besarnya, Jepang ternyata tetap promosi wisata besar-besaran. Ada penerbangan domestik gratis untuk turis!
The Japan National Tourism Organisation (JNTO) menggandeng All Nippon Airways (ANA) dalam promosi penerbangan domestik gratis di seluruh jaringan maskapai tersebut. Turis yang bisa menikmatinya adalah mereka yang datang dari Inggris dan Eropa, seperti dikutip dari Euronews, Sabtu (29/11/2025).
Promosi ini akan berlangsung dari 24 November hingga 31 Januari 2026, telah diperkenalkan untuk mendorong wisatawan bepergian ke daerah-daerah yang kurang dikenal di Jepang dan mengurangi tekanan pada destinasi-destinasi yang ramai seperti Kyoto dan Tokyo.
Program ini merupakan bagian dari program “Stopover & Add-on Free Fare”, yang memungkinkan penumpang kelas ekonomi yang memenuhi syarat untuk memesan hingga dua penerbangan domestik gratis pada pemesanan internasional hingga 31 Januari. Namun, keberangkatan penerbangan ini dapat dilakukan kapan saja setelah 31 Januari.
Turis yang traveling menuju Tokyo atau melanjutkan perjalanan ke Hiroshima, Aomori, atau Semenanjung Izu, akan membayar harga tiket pesawat yang sama. ANA menyatakan bahwa turis dapat membuat rencana perjalanan multi-perhentian tanpa biaya tambahan.
Meskipun tiket pesawat untuk kedua penerbangan ini gratis, pajak dan biaya tetap berlaku. Penawaran ini juga tergantung ketersediaan dan mungkin tidak tersedia untuk semua penerbangan atau tanggal.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Penumpang dapat memesan penawaran ini melalui agen perjalanan, kantor ANA di luar Jepang, atau langsung melalui ANA.
Kalau memang Jepang overtourism, mengapa program ini dilakukan? Padahal Tokyo dan Kyoto telah menghadapi tekanan yang meningkat akibat overtourism dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 36,9 juta wisatawan mengunjungi Jepang pada tahun 2024, menurut Nippon.com, merupakan rekor.
Tujuan dari program ini adalah mempromosikan pariwisata ke daerah-daerah yang jarang dikunjungi. Lebih dari 90 persen wisatawan yang mengunjungi Jepang mengatakan mereka ingin mengunjungi daerah-daerah regional, kurang dari 10 persen yang benar-benar melakukannya.
Skema ini akan menawarkan akses ke lebih dari 40 hub ANA, jaringan domestik terbesar di Jepang, yang akan mempermudah dan terjangkau bagi wisatawan untuk membuat rencana perjalanan multi-perhentian. Skema ini juga diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi regional.
Dengan mendorong wisatawan ke destinasi yang jarang dikunjungi, ANA menyatakan bahwa kampanye ini bertujuan untuk membantu mengatasi kelebihan turisme di destinasi-destinasi populer di Jepang dan menghubungkan pelanggannya dengan pengalaman wisata yang lebih autentik.






