Kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia menjadi polemik. Pegiat pendidikan dari Sanggar Askala Edukasi Nurfahmi Budi meminta pengelola museum agar transparan dan mengungkap alasan sebenarnya kenaikan harga tiket itu.
“Masyarakat perlu mengetahui apa latar belakang kuat dinaikkannya harga tiket masuk yang mahal ke Museum Nasional. Jangan sekadar berdalih peningkatan mutu layanan,” kata Nurfahmi dalam keterangan resmi di Jakarta, dilansir Antara, Minggu (4/1/2026).
Nurfahmi menilai sebagai museum yang dikelola oleh pemerintah, sudah selayaknya bagi pengelola untuk mempermudah akses pengetahuan dan pendidikan bagi masyarakat.
Harga tiket yang relatif mahal, menurut dia, tidak efektif untuk meningkatkan minat publik pada wisata edukasi yang masih rendah.
“Kebijakan pengelola Museum Nasional yang menaikkan harga tiket masuk sampai dua kali lipat tanpa pertimbangan matang, justru memberatkan warga negara untuk belajar,” Nurfahmi.
Dia turut mengingatkan bahwa Museum Nasional tidak boleh bertindak seperti swasta yang mengejar keuntungan besar. Alasan mengadakan perbaikan layanan pun dinilainya harus logis, apalagi anggaran bagi museum sudah disediakan oleh negara.
“Sudah pasti ada ketersediaan anggarannya dari negara karena Museum Nasional punya pemerintah. Jadi alasan perbaikan layanan bisa dialokasikan dari anggaran negara. Dengan begitu masyarakat tidak harus mahal untuk berkunjung belajar ke museum,” kata dia.
Kartini, yang merupakan seorang guru di salah satu sekolah di Bekasi, Jawa Barat, turut menilai bahwa harga yang ditetapkan cukup mahal.
Dana yang dikeluarkan untuk mengajak para murid berkunjung pun akan membengkak, meskipun tujuan utama berkunjung adalah untuk belajar.
Harga tiket masuk untuk pelajar PAUD sampai SMA dan mahasiswa gratis. Pengelola Museum Nasional memutuskan per 1 Januari 2026 pengunjung harus membayar Rp 30 ribu per orang.
Begitu juga harga tiket masuk pengunjung dewasa dari semula Rp 25 ribu naik menjadi Rp 50 ribu per orang. Sedangkan biaya tiket masuk warga negara asing yang sebelumnya Rp 50 ribu kini menjadi Rp 150 ribu.
Dalam akun Instagram, Museum dan Cagar Budaya menyebut kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional itu sebagai komitmen untuk meningkatkan layanan kunjungan kepada publik di tahun yang baru.
“Sebagai bagian dari upaya tersebut, mulai 1 Januari 2026 akan diberlakukan penyesuaian tiket masuk Museum Nasional Indonesia,” keterangan dalam unggahan Instagram Museum Nasional Indonesia.






