Jurus Trump Merebut Greenland: Beri Warganya Uang

Posted on

Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk merebut dari Denmark. Bahkan, ada rencana untuk menyuap warganya.

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk membayar setiap penduduk Greenland dengan jumlah ribuan dolar sebagai bagian dari upaya ‘perebutan’ wilayah. Trump ingin agar Greenland memisahkan diri dari Denmark dan bergabung dengan Amerika Serikat, seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (10/1/2026).

Para pejabat AS, termasuk para ajudan Gedung Putih, telah membahas angka pembayaran mulai dari USD 10.000-100.000 (Rp 1,6 miliar)

Untuk sebuah pulau dengan populasi sekitar 57.000 jiwa, total biaya dapat berkisar dari lebih dari setengah miliar dolar hingga hampir USD 6 miliar.

Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam pernyataan di Gedung Putih pada Rabu (7/1/2026) mengatakan bahwa pembelian Greenland akan menguntungkan keamanan nasional AS.

“Akuisisi Greenland oleh Amerika Serikat bukanlah ide baru,” kata Leavitt.

Para pejabat menjadi lebih serius dalam beberapa hari terakhir dan mempertimbangkan jumlah yang lebih tinggi tentang pembayaran warga lokal.

“Presiden telah sangat terbuka dan jelas kepada Anda semua dan dunia bahwa ia memandang hal itu sebagai kepentingan terbaik Amerika Serikat untuk mencegah agresi Rusia dan Tiongkok di wilayah Arktik,” katanya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Rabu bahwa ia berencana untuk bertemu dengan mitranya dari Denmark minggu depan untuk membahas Greenland.

Trump telah lama berpendapat bahwa AS harus mengakuisisi Greenland, dengan alasan bahwa sumber daya mineralnya sangat penting dalam memajukan teknologi militer AS dan bahwa Belahan Barat secara luas harus berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.

Pada hari Minggu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Greenland dikelilingi oleh kapal-kapal Rusia dan Tiongkok dan bahwa Denmark, yang memerintah Greenland, tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan tingkat pertahanan dan pengawasan yang memenuhi standar keamanan nasional AS.

“Ini sangat strategis,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One.

AS membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, sementara Denmark dipandang tak mampu dalam menyediakan itu.

Di sisi lain, Denmark bersikeras bahwa Greenland tidak untuk dijual. para pemimpin Eropa telah mengkritik proposal tersebut, dengan alasan bahwa hal itu merusak kepercayaan antara AS dan Denmark sebagai sekutu NATO. Berdasarkan perjanjian pertahanan NATO, sekutu wajib saling mendukung secara militer jika diserang, sehingga gagasan penjualan menjadi sangat sensitif.

“Ini sudah cukup. Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi isyarat. Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi,” tulis Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Minggu, menanggapi pernyataan Trump pada hari Minggu tentang akuisisi pulau tersebut.

Pada hari Selasa, Nielsen menambahkan bahwa Greenland akan tetap menjadi bagian dari Denmark meskipun ada upaya AS.

“Negara kami bukanlah sesuatu yang dapat Anda ingkari atau ambil alih hanya karena Anda menginginkannya,” jelasnya.

Nielsen mendesak Amerika Serikat untuk mencari dialog yang saling menghormati melalui saluran diplomatik dan politik yang tepat serta memanfaatkan forum-forum yang sudah ada berdasarkan perjanjian yang telah ada dengan Amerika Serikat.

“Dialog tersebut harus dilakukan dengan menghormati fakta bahwa status Greenland berakar pada hukum internasional dan prinsip integritas teritorial,” tutup Nielsen.

Greenland adalah pulau yang secara geografis merupakan bagian dari Amerika Utara, namun secara politik dan budaya pulau ini sangat erat dengan Eropa karena statusnya sebagai negara otonom di dalam Kerajaan Denmark.

Secara fisik, Greenland didominasi oleh lapisan es abadi yang menutupi hampir 80% daratan, menjadikannya salah satu bentang alam Arktik paling ekstrem sekaligus memesona di dunia. Sebagai pulau terbesar di dunia, wilayah ini memiliki kepadatan penduduk terendah, di mana sebagian besar warganya adalah suku asli Inuit yang mendiami pemukiman-pemukiman kecil di pesisir pantai tanpa adanya akses jalan raya antar kota.

Kehidupan di sana sangat dipengaruhi oleh ritme alam, seperti fenomena Aurora Borealis yang menari di langit musim dingin dan Matahari Tengah Malam (midnight sun) saat musim panas.

Meskipun secara administratif merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, Greenland memiliki identitas budaya yang sangat kuat dengan ketergantungan besar pada sektor perikanan dan transportasi udara serta laut untuk mobilitas hariannya.