Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di antara negara-negara Asia Tenggara pada 2025. Angka kunjungan melampaui 2024.
Dikutip dari VN Express, Selasa (13/1/2026), pencapaian itu menjadi milik Malaysia dalam dua tahun terakhir. Kesuksesan itu dikaitkan dengan kebijakan visa yang fleksibel serta perbaikan infrastruktur yang masif.
Berdasarkan data Tourism Malaysia di bawah Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya, Malaysia telah menyambut 38,3 juta kunjungan turis asing hanya dalam 11 bulan pertama pada 2025.
Angka itu melampaui total catatan kunjungan sepanjang tahun 2024. Sebaliknya, Thailand hanya mencatatkan 32,9 juta kunjungan sepanjang pada 2025.
Mengutip laporan Bloomberg, angka itu menunjukkan penurunan sebesar 7 persen secara tahunan (year-on-year), sekaligus menjadi penurunan tahunan pertama dalam satu dekade terakhir di luar periode pandemi.
Thailand, yang selama ini dikenal sebagai raksasa pariwisata Asia Tenggara, harus berjuang menghadapi berbagai tantangan berat sepanjang tahun lalu.
Beberapa faktor yang membuat para pelancong urung datang ke Negeri Gajah Putih di antaranya, terjadinya serangkaian kasus penculikan turis, gempa bumi, ketegangan di perbatasan dengan Kamboja, dan bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah utama.
Di saat Thailand berjuang dengan stabilitas, Malaysia justru menjadi titik terang di kawasan ini melalui serangkaian kebijakan strategis.
Pada Mei lalu, Malaysia mengumumkan perpanjangan kebijakan bebas visa bagi pelancong asal China selama lima tahun ke depan, dengan opsi perpanjangan lima tahun berikutnya. Kebijakan yang dimulai sejak Desember 2023 ini sekarang dipastikan berlaku hingga 2026.
Kemudian, Pemerintah Malaysia secara agresif memperluas jaringan rute penerbangan internasional. Ada juga peningkatan fasilitas di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) turut memperlancar arus masuk wisatawan mancanegara.
Keberhasilan Malaysia ini menandai pergeseran peta kekuatan pariwisata di Asia Tenggara. Fokus pada kemudahan akses dan kenyamanan pelancong terbukti menjadi kunci utama dalam memenangkan hati wisatawan global di tengah ketidakpastian kondisi kawasan.
Sementara itu, untuk Indonesia, per November 2025, jumlah total wisatawan mancanegara ke tanah air yakni hanya sebesar 13,98 juta kunjungan.






