Fakta-fakta Gunung Bulusaraung, Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Posted on

Sejumlah puing atau serpihan diduga milik pesawat ATR 42-500 belakangan ditemukan pendaki di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Temuan itu sudah dibawa ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.

Pesawat ini membawa 7 kru dan 3 penumpang yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

infoTravel merangkum dari berbagai sumber, Minggu (18/1/2026) deretan fakta tentang Gunung Bulusaraung yang menjadi lokasi penemuan puing pesawat ATR 42-500:

Dikutip dari website Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, secara administrasi, Pegunungan Bulusaraung terletak di wilayah Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Berada dalam pengelolaan taman nasional, kawasan ini merupakan wilayah kerja Resort Balocci.

Kawasan Pegunungan Bulusaraung memiliki luas 137,29 ha. Topografi kawasan pegunungan Bulusaraung meliputi topografi relief tinggi, bentuk lereng yang terjal dan tekstur topografi yang kasar. Dan kawasan puncak Gunung Bulusaraung berada pada ketinggian 1.353 mdpl.

Gunung ini merupakan salah satu destinasi para pendaki di Sulawesi Selatan karena puncak Bantimurung memiliki jalur yang relatif pendek dan medan tak terlalu sulit.

Gunung Bulusaraung berada dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Taman ini memiliki luas 43.740,20 Ha dengan landskap yang unik, gua berornamen stalaktit dan stalakmit, bernilai historis, berpanorama indah, dan kawasan konservasi alam serta untuk kegiatan ekowisata.

Pahatan alam menggores pegunungan karst di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang berada di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Bone. Di kedalaman menara-menara karst tersebut terdapat sungai-sungai bawah tanah dan mata air yang tak pernah mengering.

Tak hanya gundukan bukit kapur, beberapa gua di taman ini menyimpan jejak-jejak zaman purba, dengan lukisan manusia prasejarah. Salah satunya, yang sering dikunjungi adalah Gua Petta Kere dan Gua Petae di Taman Prasejarah Leang-leang.

Dikutip dari infoSulsel, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa mengatakan pesawat ATR 42-500 melaksanakan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu (17/1). Setelah hilang kontak, pesawat diduga jatuh di kawasan pegunungan menyusul ditemukannya puing-puing pesawat miliki maskapai Indonesia Air Transport tersebut.Temuan itu sudah dibawa ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.

Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengaku masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait serpihan dan puing diduga milik pesawat. Namun temuan potongan kertas diduga milik ATR 42-500 sudah dikonfirmasi ke pihak maskapai.

1. Lokasi dan ketinggian

2. Berada dalam kawasan taman nasional

3. Lokasi ditemukannya puing pesawat