Louvre Tutup Lagi karena Aksi Mogok Kerja, Ketiga Kalinya dalam Sebulan

Posted on

Museum Louvre kembali ditutup pada Senin (19/1/2026). Penutupan itu menjadi yang ketiga kalinya dalam sebulan terakhir akibat aksi mogok kerja yang dilakukan para pegawai.

Juru Bicara Museum Louvre mengatakan bahwa operasional museum sementara ditutup kembali.

“Museum ini tidak buka hari ini,” kata jubir itu dikutip dari France24, Rabu (21/1).

Aksi mogok kerja itu dipicu tuntutan serikat pekerja mulai dari penambahan jumlah pegawai, kenaikan gaji, hingga perbaikan pemeliharaan bangunan bekas istana kerajaan tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, serikat pekerja telah beberapa kali menghentikan aktivitas sebagai bentuk protes.

Manajemen Louvre menyatakan hampir 140 pegawai baru telah direkrut sejak mogok kerja dimulai pada pertengahan Desember. Selain itu, pertemuan dengan Kementerian Kebudayaan Prancis dijadwalkan berlangsung pada Kamis untuk membahas tuntutan kenaikan gaji.

Di luar persoalan kesejahteraan, sejumlah pimpinan serikat juga mengkritik gaya kepemimpinan Direktur Museum Louvre, Laurence des Cars.

“Jika kita menerima gaji tetapi tetap melanjutkan model tata kelola ini, kita tidak akan terbebas dari masalah,” ujar Valerie Baud dari serikat CFDT.

Kemudian dari serikat SUD, Elise Muller, menambahkan bahwa pengelola museum enggan mengakui kesalahan yang terjadi, dalam artian egois dan tak mau melakukan evaluasi yang benar-benar merata.

“Manajemen masih bersikeras pada pendiriannya dan tidak mengakui bahwa mereka terkadang bisa salah,” kata Muller.

Penutupan Louvre selama dua hari pada Desember dan awal Januari lalu disebut menyebabkan kerugian pendapatan setidaknya satu juta euro (Rp 19 miliar). Tekanan terhadap manajemen juga meningkat setelah insiden pembobolan museum pada 19 Oktober 2025.

Rekaman pembobolan tersebut baru ditayangkan di televisi Prancis pada Minggu malam. Video kamera pengawas memperlihatkan dua pelaku memasuki Galeri Apollo setelah memotong jendela berlapis pengaman menggunakan alat pemotong cakram. Mereka kemudian membobol etalase perhiasan tanpa dihalangi staf.

Pengelola Louvre menegaskan bahwa pegawai tidak dilatih untuk menghadapi pencuri dan diminta memprioritaskan keselamatan serta evakuasi pengunjung.