Beneran Ada di Indonesia, Kota Tambang yang Tak Mengenal Apa Itu Uang Parkir

Posted on

Tanjung Redeb, sebuah kecamatan sekaligus pusat pemerintahan di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Meski berkembang, kota ini punya kebiasaan lain yaitu bebas parkir.

Kecamatan ini memiliki luas wilayah 24,42 km persegi dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 70.000 jiwa, menurut Bada Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2000/2024.

Tanjung Redeb hidup dari tambang batu bara. Bisa dibilang, Tanjung Redeb jadi salah satu penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Ini mengapa namanya disebut sebagai Kota Tambang.

infoTravel melakukan kunjungan ke Tanjung Redeb beberapa waktu lalu. Nongkrong di Tepian Sungai Segah menjadi aktivitas yang wajib dilakukan, ada pusat jajanan kaki lima di sana sepeti di Blok M.

Saat nongkrong di sana ada dua hal yang menjadi culture shock bagi pelancong. Yang pertama adalah kegiatan pertambangan.

Nongkrong di Tepian Sungai Segah bukan sekadar menikmati sunset di pinggir sungai besar Kalimantan, kapal batu bara yang bolak balik juga wajib ditonton.

Kapal-kapalnya besar, muatan batu bara yang berwarna hitam bagai pegunungan yang diangkut ke badan kapal. Muatan kargo terlihat di ujung pelabuhan.

Sesekali, pekerja tambang dengan helm dan sepatu safety mampir untuk jajan. Meski tampak mencolok, sepertinya warga Tanjung Redeb sudah sangat familiar dengan pemandangan ini.

Kemudian, culture shock yang kedua adalah bebas parkir. Saat nongkong di Tepian Sungai Segah, tak ada satu pun tukang parkir yang terlihat.

Pengunjung memarkir motor dengan rapih di pinggir pedestrian.

“Iya, di sini memang bebas uang parkir,” ujar Ing Ta Wijaya (24), Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Pertama, Bidang Destinasi Dinas Pariwisata kepada infoTravel.

Ia bisa memastikan bahwa semua tempat di Tanjung Redeb bebas parkir. Bahkan sampai ke rumah sakitnya.

Putra asli Berau, Ing Ta mengaku kaget dengan kebiasaan uang parkir yang ada di daerah-daerah lain. Sementara di kota kelahirannya, semua bebas parkir.

Kembali ke Tepian Sungai Segah, saya mencoba mengamati beberapa lama. Benar saja, pengunjung bebas datang dan pergi tanpa ada yang minta uang parkir.

Warga merasa aman karena sudah sejak dulu membiasakan hal ini. Jadi, jangan kaget kalau liburan ke sini bebas parkir.

Kota Bebas Bayar Parkir

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi