Suasana di Bandara Internasional Gimpo, Seoul, sempat dibuat tegang oleh sebuah unggahan anonim di dunia maya. Ancaman itu berbunyi penerbangan bunuh diri.
Seorang pengguna forum yang mengaku sebagai pilot komersial mengancam akan melakukan penerbangan bunuh diri di atas bandara tersebut. Ancaman itu disebut sebagai luapan kekecewaan atas penggabungan Korean Air dan Asiana Airlines.
Mengutip South China Morning Post, Minggu (25/1/2026) pesan yang kemudian dihapus itu juga menyinggung soal penusukan. Otoritas Korea Selatan pun bergerak cepat dengan meningkatkan pengamanan di sekitar bandara serta menelusuri identitas pengunggahnya.
Polisi dan pejabat penerbangan memastikan langkah-langkah pencegahan dilakukan sejak ancaman itu terdeteksi. Unggahan tersebut muncul di sebuah forum online anonim yang cukup populer di kalangan pekerja kantoran.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki apakah penulis pesan benar-benar seorang pilot atau memiliki keterkaitan dengan salah satu maskapai. Ancaman itu datang di tengah proses integrasi Korean Air dan Asiana Airlines, yang resmi bergabung pada 2024 setelah bertahun-tahun diawasi regulator antimonopoli global.
Kedua maskapai kini masih menyatukan staf, rute, dan merek, sebuah proses panjang yang diperkirakan baru rampung tahun depan. Seorang pejabat Korea Airports Corporation membenarkan adanya laporan tersebut dan mengatakan pihaknya tengah memeriksa detailnya bersama otoritas terkait.
Penggabungan dua raksasa penerbangan itu memang memicu kegelisahan di kalangan karyawan Asiana. Serikat pekerja sempat menyuarakan kekhawatiran soal potensi pemutusan hubungan kerja dan perubahan kondisi kerja.
Namun, Ketua Hanjin Group, Cho Won-tae, menilai akuisisi tersebut penting demi masa depan perusahaan. “Kita mungkin akan menghadapi perbedaan di antara kita sendiri dan tantangan tak terduga di tengah perubahan yang cepat,” ujar Cho.
“Saya percaya kita bisa menjadi satu perusahaan, bersatu dalam tekad untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi Korea melalui transportasi.”
lanjut Cho.
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan karyawan tetap menjadi prioritas, terutama setelah insiden kebocoran data pribadi yang sempat menimpa ribuan pekerja Asiana tahun lalu.
Meski insiden kecelakaan yang disengaja oleh pilot sangat jarang terjadi di Asia, ancaman ini tetap menimbulkan kekhawatiran.
