Thailand menutup lebih dari 7.000 kedai ganja menyusul aturan baru yang lebih ketat. Langkah itu dilakukan untuk mengekang peredaran ganja komersial di negara yang sempat menjadi pionir legalisasi di Asia Tenggara tersebut.
Dilansir dari thaiger, Kamis (8/1/2026), Menteri Kesehatan Pattana Promphat mengatakan peraturan terbaru itu mengatur izin untuk meneliti, mengekspor, menjual, atau memproses ganja dan tanaman herbal yang dikendalikan untuk tujuan komersial. Aturan baru tersebut menggantikan kerangka hukum lama yang diperkenalkan pada 2016.
Dia mengatakan aturan itu bertujuan menegakkan regulasi serta membatasi peredaran ganja di sektor komersial.
Kementerian Kesehatan juga mengonfirmasi bahwa lebih dari 7.000 toko ganja akan ditutup di seluruh negeri pada 2025. Peraturan baru tersebut dirancang untuk memperkuat pengawasan penjualan, ekspor, dan pemrosesan ganja, sekaligus melindungi konsumen dan meminimalkan dampak negatif pada masyarakat.
Dengan peraturan baru itu, penjual ganja diwajibkan beroperasi dari fasilitas yang ditunjuk secara legal. Dokter juga akan bertanggung jawab untuk meresepkan ganja, sementara personel yang berwenang akan menangani pengeluaran.
Toko-toko yang saat ini memegang izin hanya diizinkan untuk beroperasi hingga izin mereka berakhir. Nantinya, setiap permohonan izin baru setelah peraturan tersebut berlaku, toko-toko diwajibkan untuk sepenuhnya mematuhi kriteria baru.
Menurut data resmi yang dirilis oleh kementerian, per tanggal 28 Desember 2025, Thailand memiliki 18.433 tempat usaha terkait ganja. Selama 2025, izin untuk 8.636 toko berakhir, tetapi hanya 1.339 toko yang mengajukan perpanjangan, yang mewakili sekitar 15,5%.
Diperkirakan 11.136 tempat usaha ganja tetap beroperasi di seluruh negeri, setelah 7.297 toko memilih untuk tidak memperbarui izin mereka.
Berdasarkan peraturan baru, tempat usaha yang memenuhi syarat akan dibatasi pada jenis fasilitas yang didefinisikan oleh hukum yang terdiri dari fasilitas medis, apotek, pengecer produk herbal, dan tempat kerja tabib tradisional. Persyaratan tambahan akan mencakup sistem yang efektif untuk menghilangkan bau dan asap guna mencegah gangguan terhadap sekitar.
Jadi, mungkin wisatawan tak akan bisa lagi membeli ganja sebebas dahulu tanpa resep dokter.






