Badai Salju Batalkan 10.000 Penerbangan, Bandara Terpaksa Tutup

Posted on

Badai salju terburuk dalam satu dekade melanda Amerika Serikat. New York terpuruk, 10.000 penerbangan dibatalkan.

Bandara LaGuardia, yang menangani lebih dari 400 penerbangan per hari, terpaksa ditutup setelah diselimuti salju tebal. Penutupan tersebut, yang dilaporkan oleh Fox Weather di AS, telah berkontribusi pada apa yang dianggap sebagai salah satu pembatalan penerbangan terbesar dalam sejarah AS, seperti dikutip dari Express UK pada Senin (26/1/2026).

Menurut perkiraan, 2.000 penerbangan lainnya akan dibatalkan besok. Pembatalan ini akan membuat penumpang terlantar di bandara-bandara AS. Lima kematian di New York dikonfirmasi oleh Walikota Zohran Mamdani, meskipun ia tidak menyebutkan apakah kematian tersebut terkait dengan cuaca.

“Meskipun kita belum mengetahui penyebab kematian mereka, ini adalah pengingat yang sangat kuat tentang bahaya cuaca dingin ekstrem dan betapa rentannya banyak tetangga kita, terutama warga New York yang tunawisma,” ucapnya.

Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan bahwa ia telah mengerahkan pasukan Garda Nasional di Kota New York, Long Island, dan Lembah Hudson untuk membantu respons darurat badai di negara bagian tersebut.

Sebanyak 23 negara bagian AS telah menyatakan keadaan darurat, karena saluran listrik telah rusak akibat es dan rak-rak supermarket telah kosong karena kepanikan.

Bandara yang melayani wilayah metropolitan besar lainnya, termasuk New York, Philadelphia, dan Charlotte, Carolina Utara, mengalami pembatalan setidaknya 80% penerbangan hari Minggu, menurut data FlightAware.

Fenomena ini disebut sebagai Badai Bersejarah, Presiden Donald Trump telah menyetujui deklarasi bencana darurat federal untuk selusin negara bagian, sebagian besar di wilayah tengah-selatan. Tujuh belas negara bagian dan Distrik Columbia menyatakan keadaan darurat cuaca pada hari Sabtu.

Departemen Energi pada hari Sabtu mengeluarkan perintah darurat yang mengizinkan Dewan Keandalan Listrik Texas untuk mengerahkan sumber daya pembangkit cadangan di pusat data dan fasilitas utama lainnya, dengan tujuan membatasi pemadaman listrik di negara bagian tersebut.