Saat musim dingin datang, tak semua negara di Eropa menyambutnya. Salah satunya adalah Belanda, Negeri Kincir Angin yang kelimpungan saat salju turun.
Tak seperti negara-negara Eropa lainnya, Belanda menjadi negara yang jarang mengalami salju di musim dingin karena beberapa alasan, seperti iklim laut yang hangat, ketinggian wilayah yang berada di bawah atau sejajar dengan laut, hingga kenaikan susu akibat pemanasan global.
Menurut jurnal yang berjudul Long-term Snowfall Trends and Variability in the Alps (Bozzoli et all, 2024), salju di Eropa mulai mengalami penurunan signifikan sejak tahun 1980, termasuk negara yang memiliki wilayah rendah seperti Belanda.
Belanda mengalami badai salju dan angin kencang di awal tahun baru. Fenomena ini memengaruhi lalu lintas udara, maskapai penerbangan nasional Belanda KLM mengumumkan pembatalan 600 penerbangan di Bandara Schipol untuk Rabu (6/1/2026).
Gangguan penerbangan diperkirakan terjadi berturut-turut di Schiphol, tempat tidur lipat didirikan di ruang keberangkatan untuk penumpang yang terlantar. Lebih dari 1.000 orang menghabiskan malam di bandara, menurut otoritas Schiphol, seperti dikutip dari English News pada Kamis (8/1/2026).
The Royal Netherlands Meteorological Institute (KNMI) atau Institut Meteorologi Kerajaan Belanda mengeluarkan peringatan hujan salju Kode Oranye untuk hampir seluruh negeri pada hari Rabu.
“Area salju di bagian timur negara akan bergerak ke timur dan meninggalkan negara pada pertengahan sore. Hujan salju baru akan datang dari barat pada sore hari,” kata KNMI dalam sebuah pernyataan.
KNMI memperkirakan bahwa daerah pesisir akan menerima 1-3 sentimeter salju, daerah pedalaman 5-10 sentimeter, dan Kepulauan Wadden dan Limburg 2-5 sentimeter.
Tak cuma lalu lintas udara, transportasi publik darat juga kena imbas dari badai salju. Layanan kereta api dikurangi, dan jalan-jalan utama diblokir. Para pelancong menghadapi penundaan, sementara penduduk setempat mengalami gangguan pada rutinitas harian mereka.
“Jalan raya, jalur sepeda, dan trotoar akan menjadi licin. Jarak pandang juga mungkin buruk di beberapa waktu. Lalu lintas, serta pesepeda dan pejalan kaki, akan mengalami gangguan,” tulis lembaga itu.
Menurut lembaga penyiaran publik Belanda NOS, lebih sedikit kereta yang beroperasi di rute-rute utama, termasuk Utrecht ke Rotterdam, Utrecht ke Den Haag, dan Amsterdam ke Gouda. Juru bicara Dutch National Railways (NS) menyebutkan kerusakan wesel yang meluas akibat kondisi cuaca beku.
Sementara itu, NS telah menerapkan jadwal musim dinginnya, yang berarti pengurangan layanan di seluruh negeri.
“Jika memungkinkan, tunda perjalanan Anda. Jika Anda bepergian, perkirakan waktu perjalanan tambahan, lebih seringnya transit, dan kereta yang penuh sesak. Sebaiknya rencanakan perjalanan Anda sesaat sebelum keberangkatan untuk mendapatkan saran perjalanan terbaru,” kata NS.
NOS mengutip presenter cuaca Peter Kuipers Munneke, yang melaporkan bahwa salju akan lebih banyak turun pada hari Jumat. Suhu akan berada di sekitar titik beku, namun angin kencang akan membuat suhu terasa sedingin minus 8 derajat Celcius.






