Imbas dari cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini, sejumlah destinasi wisata di Labuan Bajo seperti Gua Rangko hingga Cunca Wulang ditutup sampai 15 Januari.
Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat menutup sementara tiga destinasi wisata di Labuan Bajo, akibat cuaca buruk.
Ketiga destinasi wisata yang ditutup sementara itu adalah Gua Rangko, Cunca Wulang, dan Pantai Mberenang. Penutupan berlangsung hingga besok atau saat cuaca kembali membaik.
“Ditutup sementara dari tanggal 14 sampai dengan 15 Januari 2026,” kata Kepala Disparekrafbud Manggarai Barat Stefanus Jemsifori, Rabu (14/1/2026).
Ketiga destinasi itu berlokasi di luar Taman Nasional Komodo yang sudah ditutup sementara oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).
Stefanus menjelaskan penutupan sementara ketiga destinasi itu mempertimbangkan Maklumat Pelayaran yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo tentang peringatan potensi cuaca ekstrem atas peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Penutupan dilakukan demi keselamatan dan keamanan wisatawan serta masyarakat akibat potensi hujan lebat, angin kencang, atau gelombang tinggi,” kata Stefanus.
“Obyek wisata akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan aman berdasarkan informasi resmi BMKG,” tandas dia.
Sebelumnya BTNK menutup sementara layanan wisata alam di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo akibat cuaca buruk. Penutupan sementara berlangsung empat hari, 12-15 Januari 2026 atau sampai cuaca kembali membaik.
Penutupan sementara ini karena ada potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Maritim (Stamar) Tenau Kupang pada 11 Januari 2026. Selain itu mempertimbangkan Maklumat Pelayaran KSOP Kelas III Labuan Bajo tanggal 12 Januari 2026 tentang peringatan potensi cuaca ekstrem.
“Maka BTNK menyampaikan bahwa pelayanan wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo ditutup sementara waktu mulai 12 Januari sampai dengan 15 Januari atau sampai kondisi dinyatakan aman oleh instansi berwenang,” kata Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, Senin (12/1/2026) malam.
——-
Artikel ini telah naik di






