Gelombang cuaca ekstrem masih melanda wilayah Eropa bagian barat dan utara, termasuk Belanda, Prancis, Jerman, dan Inggris. Kondisi itu menyebabkan gangguan besar pada transportasi udara dan darat.
Salju tebal, suhu beku, dan es membuat ratusan hingga lebih dari 700 penerbangan dibatalkan di sejumlah bandara utama, perjalanan kereta terganggu, serta jalan‑jalan harus ditutup karena kondisi berbahaya akibat badai salju.
Di Belanda, cuaca ekstrem membuat Bandara Schiphol Amsterdam, salah satu hub penerbangan tersibuk di Eropa, membatalkan ratusan penerbangan dalam beberapa hari terakhir karena salju dan es menutupi landasan pacu. Sekitar 1.000 penumpang terpaksa menghabiskan malam di bandara saat staf membersihkan salju dan mempersiapkan operasi.
Otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak karena badai salju baru diperkirakan akan terjadi sepanjang malam.
Dikutip dari Reuters, Kamis (8/1/2026), maskapai nasional Belanda, KLM, mengambil langkah antisipatif dengan membatalkan ratusan jadwal penerbangan untuk mencegah pembatalan mendadak yang bisa membuat penumpang terjebak di bandara.
Gangguan itu diperparah oleh tantangan pada pasokan cairan de‑icing, yang diperlukan untuk membersihkan salju dan es dari pesawat.
Dikutip dari Aviation Week, cuaca serupa juga melanda Prancis. Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, menyatakan bahwa pihak berwenang meminta maskapai membatalkan sekitar 40% jadwal penerbangan di Bandara Charles de Gaulle di Paris dan seperempatnya di Bandara Orly akibat hujan salju yang terus turun.
Transportasi umum di wilayah Paris juga berpotensi terganggu karena kondisi iklim yang semakin buruk.
Dikutip dari CNA, cuaca dingin ekstrem juga meluas ke negara lain. Di Jerman, suhu di bagian selatan dan timur turun jauh di bawah nol derajat Celsius, menutup hampir seluruh wilayah dengan salju.
Di Inggris, Kantor Meteorologi setempat memperingatkan bahwa ancaman cuaca musim dingin, termasuk suhu beku dan salju, masih bisa berlangsung sepanjang pekan, dengan catatan suhu di beberapa wilayah mencapai titik beku yang sangat rendah.
Dalam beberapa wilayah di Eropa, salju lebat dan hujan es telah menyebabkan gangguan transportasi yang meluas. Di antara yang terdampak adalah kereta api.
Operasional kereta api mengalami penundaan dan pembatalan karena rel tertutup es. Jalan raya ditutup di sejumlah daerah untuk alasan keselamatan.
Penumpang dan warga menghadapi gangguan besar dalam kegiatan sehari‑hari akibat kondisi cuaca yang tak kunjung membaik.
Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini diperkirakan berlangsung beberapa hari ke depan, sehingga gangguan pada jadwal penerbangan dan moda transportasi lainnya kemungkinan belum akan segera mereda.





