Seorang pria asal Kanada menyamar menjadi pilot dan pramugara. Dia menggunakan kartu pengenal palsu demi penerbangan gratis.
Adalah Dallas Pokornik (33) yang menjadi pilot dan pramugara gadungan itu. Dia bukan orang asing dalam penerbangan. Dia seorang mantan pramugara di sebuah penerbangan yang berbasis di Toronto dan bekerja di maskapai itu sejak 2017-2019.
Dikutip dari Channel News Asia (CNA), Sabtu (24/1/2026), Pokornik ditangkap di Panama setelah didakwa atas kasus penipuan elektronik (wire fraud) di pengadilan federal Hawaii pada Oktober 2025. Dia menyatakan tidak bersalah pada Selasa (20/1) setelah diekstradisi ke Amerika Serikat. (AS).
Menurut dokumen pengadilan, Pokornik menggunakan identitas karyawan palsu dari maskapai saat dia masih aktif bekerja untuk mendapatkan tiket yang seharusnya hanya untuk pilot dan pramugara di tiga maskapai lain.
Jaksa AS mengatakan Pokornik bahkan meminta untuk duduk di kursi tambahan di kokpit, yang disebut jump seat, yang biasanya diperuntukkan bagi pilot yang sedang tidak bertugas. Namun, dokumen pengadilan tidak menjelaskan apakah ia benar-benar pernah duduk di kokpit. Kantor Jaksa AS menolak memberikan keterangan lebih lanjut.
Dakwaan tersebut tidak menyebutkan maskapai-maskapai yang membiarkannya terbang gratis, kecuali menyebutkan kota basis maskapai itu, yakni Honolulu, Chicago, dan Fort Worth, Texas.
Perwakilan Hawaiian Airlines, United Airlines, dan American Airlines, yang masing-masing berbasis di kota-kota tersebut, belum memberikan komentar saat dihubungi Associated Press.
Dokumen pengadilan juga tidak menyebut nama maskapai yang berbasis di Toronto. Air Canada, yang berkantor pusat di Montreal dan memiliki hub di Toronto, menyatakan melalui email bahwa mereka tidak memiliki catatan Pokornik pernah bekerja di sana.
Menurut jaksa AS di Hawaii, modus itu berlangsung selama empat tahun.
Seorang hakim federal memerintahkan Pokornik tetap ditahan. Pengacara pembela federalnya menolak memberikan komentar.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Kasus Pokornik mengingatkan pada film Catch Me If You Can, yang dibintangi Leonardo DiCaprio dan menceritakan kisah Frank Abagnale yang berpura-pura menjadi pilot untuk menipu maskapai dan mendapatkan penerbangan gratis.
Pada 2023, seorang pilot yang sedang tidak bertugas dilaporkan mencoba memotong mesin pesawat Horizon Air saat duduk di kokpit. Pilot tersebut, Joseph Emerson, kemudian mengatakan kepada polisi bahwa ia sedang berjuang melawan depresi. Seorang hakim federal menjatuhkan hukuman time served pada November lalu.
Belum lama ini juga dilaporkan seorang perempuan bernama Khairun Nisa berpura-pura menjadi pramugari Batik Air yang tidak bertugas dalam penerbangan Palembang-Jakarta. Aksi mencengangkan tersebut terbongkar saat kru pesawat mencurigai seragam yang dikenakannya tidak sesuai standar resmi maskapai.
Kepolisian memastikan Nisa tidak ditahan karena tidak ditemukan unsur pidana. Hanya pakaian dan barang terkait yang diamankan untuk keperluan klarifikasi. Batik Air pun tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan menyatakan Nisa bukan pramugari maskapai mereka.






