Pelecehan terhadap turis asing terus terjadi di Goa, India. Warga India punya trik untuk merekam turis-turis yang sedang bejemur di pantai.
Negara Bagian Goa di India populer sebagai destinasi pantai yang indah bagi turis Eropa. Namun, insiden pelecehan seksual kerap dialami oleh turis-turis.
Salah satu insiden mengkhawatirkan dilaporkan dari Pantai Vagator. Seorang wisatawan pria India tertangkap basa merekam turis asing yang sedang berjemur.
Pria muda itu berbaring di dekat turis, ia lalu pura-pura menelpon sambil diam-diam merekam. Hal ini dilihat oleh jurnalis lokal Ramesh Bhovi, yang mengelola platform media independen, seperti dikutip dari The Goan Net pada Jumat (2/1/2026).
Ia memperhatikan gerakan si pria dan merasa curiga. Di sisi lain, turis-turis yang berada di dekatnya ikut merasa curiga. Mereka meminta si pelaku untuk tidak berpura-pura menelpon padahal sedang merekam video.
Bhovi mendatangi pria lokal itu. Ia mengatakan bahwa perilakunya tidak etis dan mengganggu turis-turis yang sedang berjemur.
Namun si pria menolak. Tanpa ragu, Bhovi merenggut ponsel milik pelaku dan memeriksanya. Ternyata ada video turis asing yang sedang berjemur di sana.
Jurnalis tersebut kemudian memaksa turis itu untuk meninggalkan area tersebut. Tidak ada pengaduan polisi yang diajukan, keberadaan pihak berwenang pun tidak terlihat.
Tak hanya masalah pelecehan, pantai itu juga mengalami masalah sampah. Seorang wisatawan lokal terang-terangan minum di pantai dan membuang botol kosong di sepanjang garis pantai. Bhovi menegur wisatawan itu dan memaksanya untuk memungut botol-botol itu ke tempat sampah.
Pantai Vagator dipenuhi pengunjung pada Malam Tahun Baru, namun hampir tidak ada pengerahan staf pemerintah, polisi, atau petugas manajemen pantai yang terlihat untuk mengatur keramaian atau mencegah perilaku buruk tersebut.
Bhovi menekankan bahwa pemerintah harus segera mengerahkan lebih banyak petugas penegak hukum selama periode puncak pariwisata untuk menekan pelecehan, minum minuman keras di tempat umum, dan membuang sampah sembarangan.
Tindakan berulang kali menargetkan dan merekam turis asing, khususnya perempuan, tidak hanya melanggar privasi mereka tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan. Meskipun sering ada pengaduan dan video viral, respons pemerintah sebagian besar hanya bersifat kosmetik. Turis diminta untuk selalu waspada saat berada di tempat umum.






