Dulu Bekas Tambang Kapur, Kini Menjelma Jadi Wisata Alam Eksotik

Posted on

Dulunya tempat wisata di Klaten ini adalah bekas tambang kapur. Namun kini, Bukit Jatayu menjelma menjadi tempat wisata alam dengan pemandangan eksotik.

Di Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah terdapat objek wisata bernama Bukit Jatayu. Dulunya, tempat ini merupakan tambang batu kapur tradisional.

Bukit yang oleh masyarakat sekitar lebih sering disebut Gunung Jeto itu terletak sekitar 20 kilometer sebelah tenggara Kota Klaten. Kawasan bukit seluas sekitar 2,5 hektare itu masih asri karena sebagian besar punggungnya ditumbuhi vegetasi kayu tanaman keras yang rapat.

Di sisi utara, tebing bukit sisa penambangan batu kapur tradisional justru memunculkan panorama eksotis. Patahan batu kapur bekas tambang menyisakan tebing tegak lurus, cekungan dan ceruk berwarna cokelat muda sampai keemasan.

Batuan metamorf yang tampak kokoh dengan lanskap perbukitan selatan itu sepintas seperti lukisan. Di bawahnya terdapat kolam air, arena bermain, spot swafoto, dan sejumlah gazebo untuk beristirahat.

Dari atas bukit setinggi sekitar 200 meter, pengunjung bisa menikmati hamparan sawah di Kecamatan Trucuk dan Cawas yang terlihat jelas. Bagi yang ingin lebih memacu adrenalin mengitari geoheritage perbukitan Desa Tawangrejo, pengelola juga menyediakan adventure Jeep.

“Ini namanya Bukit Jatayu karena dulu terkenal sebagai gunung Jeto. Kini ditambahi Tawangrejo Rahayu sehingga jadi Jatayu,” ungkap Kepala Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Susanta, Sabtu (3/1) siang.

Susanta menuturkan, bukit Jatayu yang tampak saat ini dulunya bekas tambang batu kapur tradisional. Batu diambil warga secara manual untuk membuat nisan makam.

“Batunya diambil warga manual untuk membuat nisan makam dan batu pondasi rumah. Mulai tahun 2016 muncul ide menjadikan objek wisata, kita dekati penambang, kita sadarkan warga untuk kita jadikan objek wisata sebagai pondasi ekonomi,” kata Susanta.

Susanta mengatakan pada 2009 pembangunan objek wisata ini sudah disiapkan tapi terhalang pandemi COVID-19. Baru setelah pandemi berlalu, pembangunan dimulai sedikit demi sedikit.

“Sedikit demi sedikit kita mulai lagi meskipun cuma dengan Rp 10 juta-Rp 50 juta sampai sekarang ini. Ini baru 40 persen dari plan seluruhnya, Januari ini kita mulai bangun kolam renang, selanjutnya flying fox dan lainnya,” papar Susanta.

Objek wista Bukit Jatayu ini pun dikenalkan ke publik pada 20 Desember 2025 guna menangkap momentum libur akhir tahun. Meski belum rampung 100 persen, namun bukit wisata ini viral dan menarik pengunjung hingga ribuan orang.

“Sejak dilaunching 20 Desember, pengunjung harian rata-rata 2.000 orang, bahkan hari Minggu dan tanggal 1 Januari kemarin naik berlipat. Untuk tiket cuma Rp 2.000, parkir motor Rp 2.000, mobil Rp 3.000, bus dan kereta kelinci Rp 5.000, sedangkan pengunjung ada dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta, bahkan ada rombongan sepeda dari Yogya kemarin,” rinci Susanta.

“Ada juga Jeep adventure yang dikelola klub Jeep Bayat keliling sini. Tapi kalau mau lebih jauh ke bukit lain juga bisa,” imbuhnya.

Seorang pengunjung dari Klaten Selatan, Fitri, mengatakan sudah dua kali ke Bukit Jatayu. Dari sisi pemandangan alam cukup bagus meskipun fasilitas belum lengkap.

“Fasilitas belum lengkap tapi bagus. Untuk tiket kayaknya bukan tiket masuk, lha cuma Rp 2.000 per orang, ke depan semoga tambah lengkap,” kata Fitri kepada infoJateng.

Operator jip bukit Jatayu, Pak Jon, mengatakan sejak ada wisata Jatayu klub jip bertambah eksis. Dalam sehari dengan tiga jip yang beroperasional bisa melayani 30 trip sehari.

“Sehari bisa 30 trip keliling Tawangrejo saja. Untuk tarif Rp 100.000 bisa diisi maksimal 5 penumpang,” katanya di lokasi.

——–

Artikel ini telah naik di

Gambar ilustrasi