Harga Tiket Museum Nasional Melonjak, Pengunjung Terkejut tapi Pasrah

Posted on

Kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia bikin pengunjung terkejut. Karena terlanjur di lokasi, mereka tetap merogoh kocek dan masuk museum.

Mulai 1 Januari 2026, harga tiket Museum Nasional mengalami peningkatan dua kali lipat. Untuk pengunjung WNI dewasa, harga tiket mulai Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu, sedangkan untuk WNA tarifnya tiga kali lipat dari Rp 50 ribu menjadi Rp 150 ribu.

Pantauan infoTravel, Minggu (4/1/2025) siang, Museum Nasional tetap ramai oleh pengunjung yang datang, baik bersama keluarga maupun rombongan.

Sebagian besar pengunjung terlihat langsung menuju area wahana imersifA setibanya di museum yang ada di jantung ibu kota itu. Tingginya antusiasme membuat tiket imersifA cepat habis. Sebagian pengunjung memilih menjelajahi ruang pamer yang tersedia.

Rani, pengunjung asal Kranji, mengaku datang bersama keluarganya dengan tujuan utama menonton imersifA. Namun, mereka tidak kebagian tiket.

“Tujuan ke sini sebenarnya mau nonton immersive, tapi tiketnya sudah habis,” ujar Rani kepada infoTravel, di Museum Nasional Indonesia, Minggu (4/1/2025).

Dia juga mengaku terkejut dengan perubahan harga tiket. Menurutnya, sebelumnya tiket masuk museum yang digabung dengan immersive berada di kisaran Rp 60 ribu. Kini, total biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 85 ribu, dengan rincian tiket museum Rp 50 ribu dan immersive Rp 35 ribu.

“Sekarang totalnya jadi Rp 85 ribu. Lumayan naik,” kata dia.

Pernyataan senada disampaikan oleh Sarilah, pengunjung asal Depok, yang datang berempat bersama teman-teman anaknya. Dia mengaku baru mengetahui adanya kenaikan harga tiket saat tiba di lokasi.

“Pas masuk baru tahu kalau tiketnya naik,” ujar Sarilah.

Meski demikian, Sarilah tetap melanjutkan kunjungan karena sudah berniat datang dari jauh dan menjadikan museum sebagai destinasi liburan edukatif bagi anak-anak.

“Karena sudah sampai sini dan memang niat liburan, ya tetap masuk. Ini juga baru pertama kali ke Museum Nasional,” kata dia.

Menurut Sarilah, Museum Nasional masih menarik sebagai sarana edukasi. Dia menilai koleksi dan informasi yang disajikan dapat menambah wawasan anak-anak mengenai sejarah Indonesia.

“Isinya bagus buat pengetahuan anak-anak, jadi mereka bisa belajar sejarah nasional,” ujar dia.

Sarilah juga sempat berniat menikmati wahana imersif, namun harus mengurungkan niat karena tiket telah habis. Ia menyebut, tingginya jumlah pengunjung membuat tiket imersifA cepat ludes.

“Tadi juga mau masuk imersifA, tapi tiketnya sudah habis. Mungkin karena lagi ramai,” kata dia.