Meningkatnya jumlah turis asing di Jepang membuat suatu tren baru, yaitu jasa penitipan anak.
Dilansir dari Kyodo News pada Sabtu (3/1/2026), semakin banyak turis berkeluarga yang memilih menitipkan anak-anak mereka kepada pengasuh berbahasa Inggris, sehingga orang tua dapat berwisata kuliner di Jepang.
Anak-anak turis tidak terlantar, mereka pun mendapat petualangan sendiri, seperti membuat kerajinan tangan, mengunjungi taman kanak-kanak, atau bahkan berlatih pernapasan tenang di kuil Zen.
Pada akhir November, Kelvin Young dari California mencoba layanan ini selama perjalanan keluarga ke Tokyo. Ia dan istrinya memesan pengasuh melalui Synk, sebuah perusahaan yang berbasis di Kamakura, dan menitipkan kedua putri mereka, yang berusia lima dan dua tahun, di hotel mereka selama empat jam.
Pasangan itu menikmati makan sushi mewah selama waktu itu, sementara putri-putri mereka belajar membuat kerajinan tangan, yang mereka pamerkan keesokan paginya.
Synk, sebuah perusahaan jasa titip anak yang didirikan pada bulan April, telah menangani lebih dari 50 permintaan dari turis asing. Perusahaan ini mempekerjakan sembilan pekerja pengasuh anak bersertifikasi nasional yang berbahasa Inggris, serta seorang perawat, dan harga mulai dari ¥54.000 (Rp 5,7 jutaan) untuk tiga jam.
Selain layanan penitipan anak di hotel, Synk juga menyelenggarakan kegiatan seperti jalan-jalan santai di alam, sesi bermain, kunjungan ke kuil, dan kegiatan budaya interaktif.
“Dengan menyediakan pengalaman khusus bagi anak-anak, kami ingin orang tua menikmati waktu mereka tanpa ragu,” kata presiden perusahaan, Saya Sugahara, seperti dilaporkan oleh The Straits Times.
Bisnis lain juga bergerak untuk memenuhi permintaan. Poppins, penyedia layanan penitipan anak di Tokyo, telah meningkatkan perekrutan pengasuh anak yang dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris atau bahasa lain. Hotel Nagoya Marriott telah mulai menawarkan sistem reservasi online dengan mereka, sehingga tamu asing dapat memesan pengasuh anak sebelum kedatangan.
Jepang menyambut sekitar 36,8 juta pengunjung asing pada tahun 2024, menurut data pemerintah, dan sekitar 690.000 di antaranya adalah anak-anak berusia empat tahun atau lebih muda.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.






