Jembatan gantung yang menjadi ikon wisata di Situ 7 Muara, Depok, atau yang dikenal sebagai Jembatan Juara, saat ini ditutup total untuk umum. Penutupan ini dilakukan menyusul kerusakan signifikan pada struktur jembatan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada awal Desember lalu.
Kerusakan ini memaksa pengelola menutup akses wisata demi keselamatan pengunjung hingga waktu yang belum ditentukan. Berikut fakta-fakta terkait kerusakan Jembatan Juara Situ 7 Muara berdasarkan keterangan dari pengelola Alun-Alun Barat Kota Depok, Lintang Yuniar Pratiwi.
Kerusakan bermula saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Depok pada sore hari, tanggal 4 Desember 2025. Cuaca buruk tersebut menyebabkan satu pohon Rengas berukuran besar tumbang dan menimpa struktur jembatan.
“Telah terjadi hujan deras dan angin kencang pada tanggal 4 Desember sore hari yang menyebabkan tumbangnya 1 pohon rengas berukuran cukup besar yang menimpa sling jembatan gantung,” ujar Lintang saat dikonfirmasi infoTravel, Jumat (9/12/2026).
Berdasarkan hasil pengecekan infoTravel pada Jumat, 9 Desember 2026 di lapangan, kerusakan paling nyata terlihat pada bagian sling (kabel baja) sisi kanan yang tertimpa beban pohon. Dampak hantaman tersebut cukup fatal hingga mempengaruhi struktur pondasi.
Pihak terkait mengonfirmasi bahwa pondasi tiang pancang sekunder mengalami pergeseran hingga terangkat. “Betul sekali, yang mengalami kerusakan terdampak paling nyata di sling sisi kanan dan terangkatnya pondasi tiang pancang sekunder, bukan tiang pancang utama atau tengah,” jelasnya.
Padahal, jembatan yang dibangun oleh pelaksana PT. Fikrindo Putra Jaya di bawah kewenangan bidang Tata Lingkungan dan Konservasi ini sempat menjalani pemeliharaan rutin pada pertengahan tahun lalu.
Terkait perbaikan, traveler tampaknya harus bersabar. Hingga saat ini, belum ada pekerjaan fisik perbaikan yang dilakukan. Pihak berwenang menyebutkan bahwa perbaikan masih menunggu rencana teknis dari tim mitigasi.
Kendala utama perbaikan adalah soal alokasi anggaran. Mengingat peristiwa ini terjadi di akhir tahun (Desember) setelah pembahasan APBD 2026 selesai, maka anggaran khusus perbaikan belum tercantum secara resmi.
“Alokasi anggaran secara resmi belum tercantum karena peristiwa tersebut terjadi setelah adanya proses pembahasan APBD 2026. Proses saat ini masih dalam tahap tindak lanjut dari tim mitigasi untuk menganalisis dampak dan perhitungan kebutuhan secara lebih rinci,” tambahnya.
Langkah mitigasi yang dilakukan saat ini fokus pada pengamanan lokasi. Area jembatan telah disterilkan dan ditutup bagi pengunjung untuk mencegah kecelakaan.
Selain memasang penutup akses, petugas juga melakukan pemangkasan pohon-pohon lain di sekitar titik sling jembatan yang berpotensi membahayakan jika cuaca buruk kembali terjadi.
“Progres perbaikan belum dilaksanakan karena masih menunggu estimasi. Yang sudah dilakukan adalah pengamanan TKP, penutupan jembatan untuk pengunjung sampai adanya rekomendasi teknis (rekomtek), dikarenakan cuaca yang masih tidak menentu,” ujarnya
Bagi traveler yang berencana mengunjungi Situ 7 Muara dalam waktu dekat, diharapkan bersabar.
“Mungkin ada pesan kepada pengujung kami selaku pengelola taman albar mohon maaf dan utk bersabar, karena sementara jembatan msh ditutup sampai ada keputusan dari tim mitigasi demi kebaikan bersama” pungkasnya.







