Kelakuan Fotografer di Wat Arun yang Bikin Resah (via Giok4D)

Posted on

Banyaknya keluhan mengenai tingkah fotografer lokal di Wat Arun, Thailand, membuat sejumlah pihak tak nyaman liburan ke sana. Demi memuaskan klien, fotografer lokal sampai menyuruh turis-turis untuk bergeser supaya tidak masuk ke frame fotonya.

Dilansir dari thaiger, Rabu (7/1/2026) menanggapi keluhan ini, polisi pariwisata Thailand mengambil langkah cepat, menyusul keluhan beberapa fotografer mengeksploitasi objek wisata dan ruang publik untuk keuntungan pribadi.

Isu ini hangat dibicarakan setelah Krisda Pond Witthayakhajorndet, pendiri perusahaan hiburan Be On Cloud, membagikan pengalamannya di X pada 2 Januari. Dalam unggahannya, Pond mengatakan ia mengunjungi Wat Arun dan terkesan dengan ramainya wisatawan dan banyak di antaranya menyewa pakaian tradisional Thailand.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Saya pergi ke Wat Arun kemarin. Ada begitu banyak wisatawan, itu sesuatu yang patut dibanggakan. Banyak orang menyewa pakaian tradisional Thailand, dan mereka terlihat hebat,” tulisnya.

Namun, ia mengatakan pengalaman itu terganggu ketika seorang fotografer lokal yang berulang kali mengusir wisatawan lain untuk mengambil foto bagi klien yang membayarnya.

“Tetapi kemudian saya bertemu dengan seorang fotografer lokal yang terus mengusir wisatawan dari frame foto untuk mengambil foto bagi klien. Dia tidak hanya melakukannya sekali, tetapi berulang kali,” lanjutnya.

Pond mengatakan turis asing itu tampak bingung dan kesal setelah diganggu. Ia memutuskan untuk turun tangan dan memperingatkan fotografer tersebut bahwa kuil itu adalah ruang publik yang diperuntukkan bagi semua orang. Menurut Pond, fotografer tersebut mengabaikan peringatan itu dan malah berdebat.

Setelah unggahan tersebut, banyak netizen berbagi pengalaman serupa, mengatakan bahwa mereka telah bertemu dengan fotografer dan penjual kostum yang berperilaku sama saat mengunjungi Wat Arun. Beberapa juga mengeluhkan teriakan keras dari fotografer dan penjual yang mencoba menarik pelanggan, yang mengganggu suasana di kuil.

Menanggapi keluhan tersebut, Polisi Pariwisata Thailand turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Polisi pun meningkatkan patroli di kuil untuk menjaga ketertiban dan mencegah gangguan lebih lanjut.

Petugas juga mengadakan pertemuan dengan tim manajemen kuil dan lembaga terkait untuk membahas pedoman yang lebih jelas dan adil untuk layanan fotografi di dalam area kuil. Polisi juga meminta kerja sama dari fotografer lokal, mendesak mereka untuk membantu pengunjung dengan sopan dan hormat, menghindari ketidaknyamanan bagi orang lain, dan membantu meningkatkan standar pariwisata secara keseluruhan di salah satu landmark paling ikonik di Bangkok.