Wali Kota New York City Zohran Mamdani meminta Presiden Donald Trump untuk mencabut larangan perjalanan beberapa negara menjelang gelaran Piala Dunia 2026.
Ia berharap aturan tersebut dapat berubah agar penggemar dari berbagai negara bisa datang langsung menyaksikan turnamen. “Itu sesuatu yang saya harap bisa berubah,” ujar Mamdani dilansir dari The Athletic, Rabu (21/1/2026).
Pernyataan itu disampaikan Mamdani pada Minggu (18/1) saat menghadiri acara nonton bareng final Piala Afrika antara Maroko dan Senegal di Manhattan.
Acara tersebut digelar di New York City Surrogate’s Court dan mempertemukan komunitas diaspora Afrika di kota itu. Laga final sendiri dimenangkan Senegal melalui pertandingan yang berlangsung kontroversial.
Sejak Trump kembali menjabat pada Januari lalu, Pemerintah AS memberlakukan sejumlah travel ban bagi warga negara tertentu. Dari daftar negara terdampak, empat di antaranya: Senegal, Pantai Gading, Iran, dan Haiti telah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Melalui pengumuman pemerintah AS di bulan Desember, pemerintahan Trump menangguhkan masuknya warga Pantai Gading dan Senegal ke AS, termasuk untuk keperluan wisata dan bisnis. Pengecualian hanya berlaku bagi pemain, tim pelatih, pejabat federasi, serta keluarga inti pemain, namun tidak mencakup para suporter.
Sementara itu, FIFA PASS yang diumumkan pada November lalu bukan merupakan visa, melainkan hanya memberikan prioritas jadwal wawancara visa bagi pemegang tiket. Proses pemeriksaan keamanan tetap berlaku, dan tidak ada jaminan masuk bagi warga negara yang terkena travel ban.
Mamdani menilai Piala Dunia sebagai momentum penting bagi New York sebagai kota global. Bahkan ia menyinggung pengalamannya menghadiri Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, di mana ia merasakan dunia hadir sepenuhnya di sana.
“Saya akan terus menyuarakan bahwa New York adalah kota dunia, dan juga kota yang bisa dikunjungi dunia. Kita harus membiarkan dunia hadir agar bisa benar-benar merasakan dunia,” katanya.
Delapan pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk final, akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey. Namun karena New York City menjadi bagian dari perjanjian kota tuan rumah FIFA, Mamdani memiliki peran dalam persiapan turnamen.
Selain isu travel ban, Mamdani juga kembali mengkritik kebijakan penjualan tiket FIFA yang dinilai memberatkan warga lokal. Ia mendorong penghapusan harga dinamis, pembatasan harga jual kembali, serta penyediaan 15% tiket dengan harga khusus bagi penduduk setempat.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Saya tetap berpendapat bahwa pendekatan terbaik adalah mengakhiri harga dinamis, membatasi harga re-sale, dan menyediakan 15 persen tiket diskon untuk warga lokal. Itu sejalan dengan Piala Dunia sebelumnya, sekarang saya menyampaikannya sebagai wali kota, bukan lagi sekadar kandidat,” jelas Mamdani.
Saat ini, Mamdani juga tengah mempersiapkan penunjukan seorang World Cup Czar untuk mengoordinasikan layanan kota menjelang turnamen. Fokusnya mencakup promosi pariwisata, aksesibilitas, keterjangkauan biaya, serta kesiapan layanan publik menghadapi lonjakan wisatawan.
“Posisi ini membutuhkan kecintaan pada sepak bola, pemahaman lintas lembaga pemerintahan, serta kemampuan logistik dan imajinasi. Kami ingin memastikan Piala Dunia ini menjadi pengalaman yang mulus dan luar biasa,” pungkasnya.
