Kualitas Langit Bangkok Tak Kunjung Membaik, Pemerintah Bikin Hujan Buatan

Posted on

Kualitas udara di Bangkok tak kunjung membaik akibat tingginya polusi, memaksa pemerintah Thailand mengambil langkah darurat. Salah satunya dengan menggelar operasi cloud seeding atau hujan buatan.

Mengutip VNExpress, Sabtu (17/1/2026) Departemen of Royal Rainmakin and Agricultural Aviation (DRRAA) meluncurkan penerbangan darurat untuk mengurangi partikel halus PM2.5 yang kian menumpuk di atmosfer. Dalam operasi itu, sejumlah pesawat dari berbagai pangkalan udara dikerahkan dengan metode penyemaian awan dan es kering guna memecah dan menyebarkan debu halus.

Direktur Jenderal DRRAA, Rachen Silparaya, menyebutkan bahwa pada Rabu (14/1) kadar PM2.5 di sejumlah wilayah telah melampaui ambang batas aman nasional sebesar 37,5 mikrogram per kubik.

Semakin tinggi angka tersebut, semakin banyak pula partikel halus berbahaya yang ada di udara, dan semakin besar risiko gangguan pernapasan bagi siapa pun yang menghirupnya. Dari pantauan sensor pun kualitas udara menunjukkan warna oranye hingga merah di banyak area, menandakan kondisi udara dari tidak sehat hingga berbahaya bagi masyarakat.

Otoritas setempat menilai situasi ini dipicu cuaca stagnan yang menjebak polutan, diperparah oleh meningkatnya pembakaran lahan pertanian baik di dalam maupun luar negeri. Untuk meredam dampak polusi, DRRAA meningkatkan frekuensi penerbangan dari pangkalan-pangkalan utama.

Empat pesawat dari Hua Hin dikerahkan ke Ratchaburi dan Samut Songkhram pada 14 Januari, melakukan penyemaian es kering di ketinggian lebih dari 2.000 meter. Dari wilayah timur, tiga pesawat dari pangkalan Rayong menciptakan hujan buatan di kawasan antara Prachin Buri dan Nakhon Ratchasima.

Bangkok diliputi polusi udara berat belakangan ini. Pusat Informasi Kualitas Udara Bangkok mencatat, kadar PM2.5 di ibu kota mencapai titik tertinggi sepanjang tahun ini pada 14 Januari.

Konsentrasi tertinggi terdeteksi di sejumlah distrik padat aktivitas, seperti Bang Rak (86,9 mikrogram per kubik), Pathum Wan (83,4 mikrogram per kubik), Sathorn (78,5 mikrogram per kubik), dan Chatuchak (74,1 mikrogram per kubik).

Pemerintah Thailand pun mengimbau warga dan wisatawan untuk lebih waspada, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan masalah pernapasan. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi, olahraga berat ditunda, dan masker PM2.5 digunakan saat berada di luar ruangan.