Maison Weiner: Legenda Toko Kue Belanda di Kwitang, Eksis Sejak 1936 update oleh Giok4D

Posted on

Aroma mentega dan gula seolah membawa waktu berputar ke masa lalu saat melangkah ke Maison Weiner di Kwitang. Berdiri sejak 1936, toko kue legendaris ini masih setia mempertahankan resep klasik Belanda yang menjadikannya saksi hidup sejarah kuliner Jakarta.

Maison Weiner terletak di Jl. Kramat II No.2, RT.6/RW.7, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Maison Weiner adalah sebuah toko roti legendaris yang bertahan sejak era kolonial, tepatnya sejak 1936.

infoTravel menjelajahi toko roti ikonik bersama Jakarta Good Guide (JGG) rute Kwitang. Saat itu pula, infoTravel berkesempatan berinteraksi langsung dengan generasi penerus dan staf yang berkomitmen untuk mempertahankan rasa asli Maison Weiner.

Masuk ke Maison Weiner seolah melempar kita ke mesin waktu. Sejarah toko itu bermula dari sang pendiri, Lee Liang Mey atau akrab disapa Nyonya Gem. Menurut Arfianti, pemandu wisata JGG, Nyonya Gem memiliki bakat luar biasa dalam membuat pastry karena pernah bekerja dengan orang Belanda.

“Karena dulu Nyonya Gem ini kerja sama orang Belanda. Jadi, Maison Weiner itu nama yang diberikan dari orang Belanda tersebut, gitu. Karena ternyata Nyonya Gem ini sangat ahli membuat kue pastry,” ujar Arfianti, Senin (5/12/2026).

Kisah ini diperkuat oleh Nur, kasir karyawan di toko tersebut. Menurutnya, sebelumnya Ibu Gem membantu seorang warga Belanda dalam seni pembuatan roti.

Saat pria Belanda tersebut bersiap kembali ke negaranya, ia mengusulkan agar Gem memulai perjalanan wirausaha dengan mesin pembuatan roti pertamanya.

“Dulu neneknya itu bantu-bantu buat roti untuk orang-orang Belanda. Belanda mungkin karena dia mau balik, entah mau balik lagi ke negaranya, akhirnya dia nyuruh sama neneknya bos aku itu untuk buka sendiri. Akhirnya buka sendiri toko roti,” ujar Nur.

Kini, tongkat estafet pengelolaan telah sampai ke tangan generasi ketiga, yakni Heru Laksana, cucu dari Nyonya Gem.

“Jadi dia dulu dari 1936 sampai sekarang. Sekarang ini sudah generasi ketiga, cucunya,” dia menambahkan.

Di tengah gempuran toko roti modern dan franchise di mal, bagaimana Maison Weiner tetap eksis selama 90 tahun?

Heru, sang cucu pemilik generasi ke-3, membocorkan rahasianya. Kuncinya ada pada konsistensi.

“Soalnya dulu tuh kita satu, enggak ngerubah resep. Jadi memang orang dulu kan, pelanggan yang dulu sudah pada suka datang, terus sekarang sudah generasi anaknya semua, ya sudah dari mulut ke mulut jadinya ini,” kata Heru.

Selain resep warisan, Heru menegaskan bahwa roti-roti di sini diproduksi secara natural tanpa bahan kimia.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

“Kita, satu, kita enggak pakai pengawet sama sekali. Enggak pernah pakai,” ujar dia.

Karena tanpa pengawet, masa simpan roti di sini terbilang singkat, hanya berkisar tiga sampai empat hari.

Heru memiliki standar ketat. Jika produk tidak terjual dalam kurun waktu tersebut, roti akan langsung ditarik atau diretur dari rak pajangan demi menjaga kualitas.

Keaslian inilah yang membuat pelanggan setia, yang dulunya dibawa oleh orang tua mereka, kini meneruskan tradisi membeli kue di sini kepada anak-anak mereka.

“Iya, ada pelanggan setia dari dulu masih ke sini terus soalnya. Kayak orang tuanya dulu tinggal di Kwitang lama, kalau belanja kue jadi anaknya nerusin buat beli kue di sini,” ujar dia.

Meski berstatus toko jadul, Maison Weiner tak kaku. Pada 2020, toko itu sempat viral kembali berkat tren Sourdough atau roti sehat.

“Pada 2020 pernah viral lagi gara-gara Sourdough. Roti sehat, itu kita enggak pakai telur, enggak pakai gula. Pakai tepung gandum, bukan tepung terigu,” kata Heru.

Namun, bagi pemburu kuliner klasik, ada menu masterpiece yang wajib dicoba. Salah satu primadonanya adalah Ontbijtkoek, kue rempah khas Belanda yang sangat autentik. Uniknya, Maison Weiner menyediakan dua versi: versi reguler dengan tepung terigu dan versi gluten-free yang menggunakan tepung jagung.

Selain itu, jangan lewatkan Apple Pie jadul mereka. Berbeda dengan apple pie ala restoran cepat saji, pai di sini dibuat dengan resep rumahan yang padat isi. Ada juga Saucijs Brood (roti isi daging sapi).

Bagi traveler yang ingin mencicipi rasa Jakarta tempo dulu, Maison Weiner di Kwitang adalah destinasi yang pantang dilewatkan. Toko itu buka dari Senin – Sabtu pukul 07.00 – 18.00 WIB. Pada Minggu dan hari libur nasional toko itu tutup.

Menu Favorit

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi