Dua kereta yang membawa turis bertabrakan di dekat objek wisata paling populer di Peru, Machu Picchu pada hari Selasa (30/12/2025). Puluhan turis luka-luka dan seorang masinis tewas.
Dilansir dari BBC, Jumat (2/1/2026) seorang turis bernama Niels Honkoop, 33 tahun, menceritakan bagaimana mencekamnya suasana gerbong kereta pasca tabrakan. Sebelum tabrakan itu terjadi dan menghancurkan gerbong depan, dia telah berpindah duduk dari tengah menuju ke bagian belakang kereta.
“Saya melihat staf berlarian dan orang-orang menangis, orang-orang tergeletak di lantai dan kekacauan terjadi,” katanya.
“Kami turun dari kereta dan saya melihat orang-orang berdarah dengan luka yang sangat parah,” tambahnya.
Honkoop mengatakan meja di depannya patah menjadi dua. Pecahan kaca berserakan di lantai gerbong, dan banyak orang terluka dan tergeletak di lorong. Bahkan dia melihat seorang wanita terjepit di antara bangku dan meja.
Ia mencoba membantu memindahkan barang bawaan dan membagikan obat penghilang rasa sakit, karena secara kebetulan dia baru saja mencabut gigi bungsu sehingga membawa banyak obat penghilang rasa sakit.
Setelah kecelakaan itu, Honkoop mengatakan kereta lain tiba dengan bantuan medis. Ia dan rombongannya dibawa ke desa terdekat di mana mereka diberi makanan dan perawatan medis dan dibawa ke hotel.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Sebelumnya, Reuters memberitakan bahwa jumlah wisatawan yang terluka ada 40 orang dengan 20 orangnya dalam kondisi terluka parah. Seorang petugas polisi menambahkan bahwa wisatawan asing termasuk di antara korban luka.
Beberapa kedutaan pun mulai mendata warganya yang terdampak. Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan pihaknya memberikan bantuan kepada sejumlah warga negara Inggris yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Kedutaan besar AS di Peru mengatakan bahwa warga negara AS mengalami luka-luka.
Tabrakan terjadi di jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Ollantaytambo dan Aguas Calientes, kota terdekat dengan Machu Picchu. Perjalanan antara kedua stasiun biasanya memakan waktu sekitar 90 menit. Kedua kereta yang terlibat dioperasikan oleh PeruRail dan Inca Rail.
“Kami sangat menyesali apa yang telah terjadi,” kata PeruRail dalam sebuah pernyataan. Perusahaan menambahkan bahwa stafnya dengan cepat memberikan pertolongan pertama kepada pengemudi kereta, kondektur kereta, dan penumpang yang terlibat dalam insiden tersebut.
Hingga saat ini, penyebab kecelakaan tersebut belum terungkap.






