Di balik ketenangan kabin pesawat, posisi duduk pramugari lebih dari sekadar kenyamanan. Mereka hanya menempati kursi saat lepas landas dan mendarat, tetap siaga menghadapi momen paling krusial penerbangan.
Momen itu sering disebut critical eleven atau 11 menit paling krusial dalam penerbangan. Saat penumpang bisa menonton film, tertidur, atau melakukan aktivitas lainnya, awak kabin duduk dengan kesiagaan dan kewaspadaan tinggi di kursi mereka.
Katherine Drossos, seorang pramugari terlatih dan pengawas penerbangan di Cirrus Aviation Services, mengatakan bahwa di periode penting itu mereka dituntut untuk ekstra fokus dan siap.
“Selama fase kritis penerbangan, khususnya lepas landas dan pendaratan, pramugari memastikan kabin sepenuhnya aman dan penumpang duduk, diberi pengarahan, dan dipersiapkan. Ini memungkinkan fokus penuh pada keselamatan selama bagian penerbangan yang paling sensitif,” kata Drossos dikutip dari Travel+Leisure, Kamis (15/1/2026).
Salah satu langkah persiapan itu adalah pengarahan keselamatan, yang mencakup penggunaan sabuk pengaman, masker oksigen, dan rompi penyelamat sesaat sebelum lepas landas.
Setelah demonstrasi selesai dan pesawat mulai naik atau turun, pramugari akan duduk tegak di kursi lipat mereka. Pramugari juga akan melipat tangan dan diletakkan dengan kuat di paha atau di bawah kaki mereka.
Bagi orang awam, postur itu mungkin terlihat biasa saja. Drossos mengungkapkan fakta bahwa postur itu memang disengaja, bukan sekadar meniru.
“Apa yang sering diartikan penumpang sebagai pramugari yang ‘duduk dengan tangan di atas’ sebenarnya adalah posisi siaga yang disengaja. Pramugari duduk tegak di kursi lipat dengan kaki rata di lantai dan tangan diletakkan di paha atau di bawah kaki,” kata dia.
Drossos mengatakan bahwa posisi itu menstabilkan tubuh, meminimalkan risiko cedera selama gerakan tiba-tiba atau turbulensi, dan memastikan tangan segera tersedia untuk merespons jika evakuasi atau tindakan keselamatan diperlukan.
Meskipun penempatan tangan yang tepat dapat bervariasi tergantung pada kebijakan maskapai atau jenis pesawat, tujuannya tetap konsisten. Drossos mencatat bahwa posisi ini dirancang untuk menjaga stabilitas, kewaspadaan, dan kesiapan segera selama fase penerbangan yang paling kritis.
Posisi fisik hanya satu bagian dari proses tersebut. Saat duduk, awak kabin juga melakukan hal lain, yaitu peninjauan mental tentang prosedur darurat.
“Saat duduk, pramugari juga melakukan peninjauan keselamatan secara diam-diam, secara mental menelusuri prosedur darurat, mengidentifikasi pintu keluar, dan mengkonfirmasi perintah dan tanggung jawab evakuasi,” ujar Drossos.
Sebagai pramugari, mereka harus sepenuhnya siap untuk bertindak secara instan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Seorang pramugari viral di TikTok dikenal dengan nama akun @_hennylim menjelaskan dua postur ini dalam videonya. Ia menggambarkan posisi tersebut sebagai posisi siaga.
Pramugari akan duduk tegak dengan telapak tangan menghadap ke atas, ibu jari ditekuk, lengan rileks, dan kaki rata di lantai. Tujuannya, katanya, adalah untuk membatasi gerakan dan mengurangi cedera jika terjadi benturan yang tidak terduga.
Meskipun terlihat sederhana, cara pramugari duduk mencerminkan pelatihan yang ekstensif dan kewaspadaan yang konstan. di mana sikap tenang mampu menjaga keselamatan semua orang di dalam pesawat.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
