Pelatih tim B sepakbola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, bersama dua anak laki-lakinya, yang tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum ditemukan hingga kini. Pencarian dilanjutkan Minggu (4/1/2026).
Hari ini menjadi pencarian hari ke-10. Selain korban, keberadaan bangkai kapal pinisi Putri Sakinah juga belum diketahui.
Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, mengatakan pada Sabtu (2/1) malam bahwa kemungkinan korban masih berada di dalam kabin kapal Putri Sakinah.
“Hasil pencarian sampai dengan hari ini (kemarin, red) nihil. Untuk titik badan kapal sendiri belum diketemukan sama sekali,” kata Fathur.
“Kalau dianalisis ya kita nggak tahu posisinya karena pada saat tenggelam pun kami sudah upaya untuk melakukan pencarian dan termasuk titik-titik yang diduga itu pun kita sudah lakukan penyelaman termasuk menggunakan sonar pun sudah dilaksanakan,” Fathur menambahkan.
Dalam tragedi kapal pinisi, yang disewa keluarga Fernando Martin itu, tenggelam pada 26 Desember 2025. Empat anggota keluarga hilang, dua di antaranya selamat. Jenazah anak perempuan ditemukan pada pencarian 29 Desember.
Pencarian dilanjutkan setelah itu, tetapi tiga orang belum ditemukan hingga pencarian berjalan selama sembilan hari. Tiga korban yang belum ditemukan adalah Fernando Martin Carreras serta dua anak laki-lakinya yang masing-masing berusia 9 dan 10 tahun.
Fathur tidak menampik kemungkinan ketiganya masih terjebak di dalam kabin kapal.
“Karena informasi awal adalah dari nahkoda itu korban masih ada di dalam kapal. Itu lagi tiga orang yang belum ditemukan. Kemungkinan seperti itu (tiga korban masih dalam kapal),” ujar Fathur.
Fathur mengatakan tim SAR menemukan sejumlah barang milik kapal pinisi Putri Sakinah. Barang-barang yang ditemukan di antaranya life jaket, ring buoy, tabung gas, serta tempat duduk berbahan spon. Tim SAR juga dua kali menemukan serpihan badan kapal yang terapung.
“Barang-barang yang didapatkan ada beberapa kayak life jaket, ringbuoy, tabung gas termasuk juga tempat duduk yang dari spon,” kata Fathur.
Fathur mengatakan bahwa selama sembilan hari pencarian, tim SAR gabungan telah mengerahkan belasan penyelam untuk pencarian bawah air. Penyisiran permukaan juga dilakukan dengan belasan kapal dari berbagai unsur SAR.
Kapal KN Puntadewa 250 milik Basarnas telah dikerahkan sejak 28 Desember lalu. Selain itu, pencarian juga melibatkan penggunaan peralatan canggih seperti drone thermal dan sonar.
Pencarian korban akan dilanjutkan pada hari ini menjadi hari terakhir operasi pencarian.
***
Selengkapnya klik di






