Pendaki Gunung Slamet yang Hilang Itu Bawa Pesan Khusus buat Sang Mantan

Posted on

Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang hilang di Gunung Slamet itu masih belum ditemukan. Dia membawa papan tulisan berisi pesan buat mantan.

Papan tulisan itu memang ditujukan khusus untuk sang mantan. Papan tersebut juga dipakai Ali saat berfoto di puncak Gunung Slamet.

Papan bertuliskan ditemukan ‘HI MANTAN, DAPAT SALAM DARI GUNUNG SLAMET 3428 MDPL’ itu ditemukan dalam jaket temannya yang sempat ikut hilang dalam pendakian, Himawan.

Keberadaan papan tersebut diketahui saat Himawan ditemukan oleh tim relawan. Barang tersebut diletakkan di dalam jaket Himawan. Tulisan untuk mantan itu memang sengaja dipesan oleh Ali di online dan dibawa saat pendakian.

“Ya, kami temukan papan tulisan itu saat menemukan survivor pertama. Dalam jaket. Kondisi tubuhnya lemas dan langsung kita evakuasi ke Basecamp Dipajaya,” kata Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, ditemui di lokasi, Jumat (2/1/2026).

Saat ini, papan tulisan buat mantan itu disimpan di Basecamp Dipajaya. Sementara itu, Himawan, korban selamat yang saat ini berada di Basecamp Dipajaya bersama ayahnya yakni Imam Bukhori, membenarkan tulisan itu sengaja dibawa sampai puncak.

“Iya, milik dia (Syafiq Ali). Pesan dulu di online baru saya yang bawa, saya masukin ke jaket. Di atas berfoto dengan itu. Ya, katanya untuk ramai-ramai saja,” kata Himawan.

Dia mengatakan memang Syafiq Ali menjalin hubungan dengan seseorang. Namun sering putus nyambung.

Sementara itu, ayah Himawan yakni Imam Bukhori, mengaku kaget saat mendapatkan kabar anaknya dengan Syafiq dinyatakan hilang di Gunung Slamet.

“Saya pertama kali dapat kabar dari teman. Saya kaget. Lha pamitnya itu naik Gunung Sumbing. Kalau Gunung Sumbing, diakuinya, Himawan sudah beberapa kali naik, dianggap hafal medan,” ungkap Imam.

Dia pun mengizinkan anaknya yang pamit ke Gunung Sumbing, karena di sekitar situ banyak saudaranya.

“Izin ke Gunung Sumbing, pingin refreshing setelah belajar terus,” kata Imam.

Himawan, siswa kelas 12 SMA 5 Magelang ini, memang telah lama bersahabat dengan Syafiq.

“Sejak mereka SMP. Ya saling berkunjung ke rumah, sudah akrab lama, keduanya. Hobinya sama, main game, tapi akademik anak saya rangking dua di kelas,” jelas Imam.

Kondisi Himawan sendiri saat ini sehat. Bahkan, sudah bisa diajak komunikasi sebatas obrolan yang ringan-ringan.

Imam sendiri kaget saat mendapat kabar anaknya hilang di Gunung Slamet. Ia mengetahui kabar itu dari teman dan langsung ke lokasi bersama anak dan istrinya.

“Kami langsung ke sini. Kaget, pamitnya ke Sumbing, malah ke sini. Saya sampai sini Senin sore. Petangnya anak saya dievakuasi ke sini (basecamp),” ucapnya.

“Alhamdulillah, hari ini sudah sehat. Sebelumnya kondisinya pikiran kacau. Kasihan. Untuk Syafiq, kami berdoa agar segera ditemukan. Dua anak ini sahabat, hobi sama, rajin salat. Mereka tidak merokok,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengatakan orang tua Syafiq juga tahunya mereka naik Gunung Sumbing.

“Ibunya dikabari setelah dikirimi foto anaknya. Anaknya meminta maaf, tidak jadi ke Gunung Sumbing, tapi nyasar ke Gunung Slamet,” kata Sutrisno.

“Mari kita berdoa agar ananda Syafiq bisa ditemukan dalam kondisi sehat. Warga kami selain ikut membantu juga mengirim doa agar ananda Syafiq segera ditemukan,” tutup Sutrisno.

——–

Artikel ini telah naik di

Orang Tua Himawan Kaget