Jeremy, salah satu turis Australia di Bali mengaku kapok liburan ke pulau Dewata saat musim hujan. Baru kali ini dia liburan ke Bali kebanjiran!
Hari Kamis (8/1/2026) ini, sejumlah kawasan wisata di pulau Dewata tergenang banjir. Salah satunya Sanur, Denpasar. Sejumlah wisatawan mancanegara pun mengeluhkan kondisi ini.
Salah satu turis asal Australia, Jeremy, mengaku Bali sudah lama menjadi salah satu destinasi wisata favoritnya. Dia juga sering mengunjungi Bali.
Namun, musim hujan ini adalah sesuatu yang sangat berbeda baginya. Dia baru pertama kali datang ke Bali tepat saat musim hujan.
“Ini pertama kalinya, biasanya datang di bulan Juli atau Agustus,” kata Jeremy saat ditemui di kawasan Sanur.
Dia sudah telanjur datang saat musim hujan dan tidak akan kembali lagi ke Bali di tengah cuaca seperti ini. Kini, Jeremy pun mencoba menikmati Bali dalam situasi yang baginya tidak biasa.
“Kami nggak akan datang di musim hujan lagi, kami akan kembali di Agustus, biasanya dua kali setahun,” tutur Jeremy.
Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Bali pada Kamis pagi membuat sejumlah titik di Denpasar tergenang air. Salah satunya di Jalan Bumiayu, Sanur.
Menurut warga sekitar, wilayah Jalan Bumiayu memang sudah langganan banjir. Namun, kondisi semakin buruk sejak bulan Desember 2025.
Selain Jalan Bumiayu, ada juga Jalan Danau Tamblingan hingga kondisi air masuk ke dalam Villa The Pavilions Bali. Selain itu, ada Jalan Pungutan yang menjadi titik lain wilayah Sanur terdampak genangan air.
“Sanur memang sini yang paling parah. Katanya ini daerah resapan, ini dulu sawah, makanya di tengah-tengah itu rendah. Kalo dari BWS (Balai Wilayah Sungai) dari air laut juga, kalau air laut pasang, hujannya deras, agak lama dia surutnya,” ujar Made Adnyana, tim teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, yang juga warga Sanur.
Selain warga dan wisatawan yang terdampak banjir, bisnis akomodasi turut mengalami kesulitan akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di Bali terutama di wilayah Denpasar. Aktivitas mobilisasi bahkan teknis menjadi salah satu masalah yang timbul jika terjadi genangan air.
“Kendalanya mobil nggak bisa masuk, jadi kami harus angkat-angkat barang masuk. Kan berat ya, kita akalin pakai sepeda gayung, kalo yang nggak punya sepeda gayung harus angkat berdua, gotong royong gitu. Korsleting listrik pasti, karena air nggak mengalir, karena beberapa yang kebun kan pakai lampu taman di bawah, nah itu dah,” jelas Santi, staf Sanur House.
“Cuma dalam satu dua tiga jam sudah surut, paling setengah hari mentok, yang dulu banjir itu sampai dua setengah hari, damkar bolak balik,” ujar Santi.
Dia mengungkapkan tamu hotel yang kebanyakan turis asing sering komplain ketika banjir.
“Pasti, karena waktu itu kan cuma di sini aja yang banjir, jadi dia bilang ‘why? tempat lain nggak banjir kok kamu aja yang banjir?’ Kami sih bilangnya karena kontraksi,” tambah Santi.
Musim hujan yang melanda Bali beberapa bulan terakhir membuat banjir makin akrab terjadi. Genangan air cukup tinggi juga terjadi di Jalan Tukad Batanghari, Renon. Pantauan di lokasi, genangan air masih terjadi hingga hari beranjak siang.
——-
Artikel ini telah naik di
Bisnis Hotel di Bali Juga Terdampak Banjir
Selain warga dan wisatawan yang terdampak banjir, bisnis akomodasi turut mengalami kesulitan akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di Bali terutama di wilayah Denpasar. Aktivitas mobilisasi bahkan teknis menjadi salah satu masalah yang timbul jika terjadi genangan air.
“Kendalanya mobil nggak bisa masuk, jadi kami harus angkat-angkat barang masuk. Kan berat ya, kita akalin pakai sepeda gayung, kalo yang nggak punya sepeda gayung harus angkat berdua, gotong royong gitu. Korsleting listrik pasti, karena air nggak mengalir, karena beberapa yang kebun kan pakai lampu taman di bawah, nah itu dah,” jelas Santi, staf Sanur House.
“Cuma dalam satu dua tiga jam sudah surut, paling setengah hari mentok, yang dulu banjir itu sampai dua setengah hari, damkar bolak balik,” ujar Santi.
Dia mengungkapkan tamu hotel yang kebanyakan turis asing sering komplain ketika banjir.
“Pasti, karena waktu itu kan cuma di sini aja yang banjir, jadi dia bilang ‘why? tempat lain nggak banjir kok kamu aja yang banjir?’ Kami sih bilangnya karena kontraksi,” tambah Santi.
Musim hujan yang melanda Bali beberapa bulan terakhir membuat banjir makin akrab terjadi. Genangan air cukup tinggi juga terjadi di Jalan Tukad Batanghari, Renon. Pantauan di lokasi, genangan air masih terjadi hingga hari beranjak siang.
——-
Artikel ini telah naik di






