Recall Airbus A320 membawa dampak besar bagi penerbangan dunia. Bahkan pesawat Paus Leo XIV ikut terdampak.
Pesawat kepausan yang akan menerbangkan Paus Leo XIV dari Turki ke Lebanon pada hari Minggu adalah salah satu dari ribuan pesawat Airbus A320 yang terdampak masalah kontrol penerbangan, seperti dikutip dari Gulfstream, Minggu (30/11/2025).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Airbus mengatakan bahwa sekitar 6.000 unit pabrikannya akan di-grounded akhir pekan ini. Masalah utama dari penarikan ini adalah hilangnya kontrol penerbangan karena radiasi matahari yang intens.
Untuk sebagian besar pesawat yang terdampak, masalah ini dapat diatasi dengan pembaruan perangkat lunak, tetapi sekitar 900 pesawat, termasuk pesawat kepausan, membutuhkan penggantian komputer di dalam pesawat secara fisik.
Menurut Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, sebuah pesawat tiba di Istanbul dari Roma pada hari Sabtu dengan seorang teknisi dan komputer pengganti untuk pesawat ITA Airways A320neo milik Paus Leo.
Pau Leo dijadwalkan menempuh penerbangan dua jam dari Istanbul ke Beirut sekitar tengah hari pada tanggal 30 November. Dua penerbangan menandai perjalanan apostoliknya ke Turki dan Lebanon.
Airbus mengatakan bahwa gangguan tersebut terungkap usai pesawat JetBlue mengalami masalah kontrol penerbangan. Setelah diselidiki, kode komputer di pesawat itu menunjukkan adanya penurunan ketinggian pesawat secara mendadak. Insiden itu membuat 15 penumpang terluka.
Federal Aviation Administration (FAA) bergabung dengan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa dalam mewajibkan maskapai penerbangan untuk mengatasi masalah ini dengan pembaruan perangkat lunak baru. Lebih dari 500 pesawat yang terdaftar di AS akan terdampak.
Badan keselamatan Uni Eropa mengatakan hal itu dapat menyebabkan gangguan jangka pendek pada jadwal penerbangan. Masalah tersebut disebabkan oleh pembaruan perangkat lunak pada komputer pesawat, menurut badan tersebut.
CEO Airbus Guillaume Faury meminta maaf kepada pelanggan setelah perbaikan yang diperlukan menyebabkan tantangan dan penundaan logistik yang signifikan.
“Tim kami bekerja sepanjang waktu untuk mendukung operator kami dan memastikan pembaruan ini diterapkan secepat mungkin agar pesawat dapat kembali mengudara dan melanjutkan operasi normal, dengan jaminan keselamatan yang Anda harapkan dari Airbus,” tulisnya dalam pesan yang diunggah di LinkedIn pada hari Sabtu.
