Bunga Rafflesia hasseltii kembali ditemukan oleh Septian Andirki, tim Konservasionis dan Pemandu Riset Lapang Rafflesia hasseltii dibantu oleh ilmuwan dari Deputy Director and Head of Science of The University of Oxford Botanic Garden and Arboretum, Dr. Chris Thorogood, Selasa (18/11/2025).
Jenis bunga langka ini ditemukan di kawasan Hutan Hujan, Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat. Penemuan bunga Rafflesia hasseltii menjadi momentum bagi BRIN untuk turut melakukan analisis pada jenis tumbuhan tersebut.
“Habitat bunga ini bukan di kawasan konservasi, melainkan di hutan yang dikelola oleh Nagari (desa). Ini menjadi catatan penting bagi upaya konservasi ke depan,” kata Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dari Pusat Biosistematika dan Evolusi, Joko Ridho Witono, dikutip dari situs BRIN.
Hal serupa juga disampaikan oleh Septian Andirki, tim Konservasionis dan Pemandu Riset Lapang Rafflesia hasseltii yang menemukan bunga langka tersebut. Deki mengatakan Rafflesia hasseltii yang tengah mekar tersebut ditemukan di habitat harimau Sumatera yang jauh dari kawasan konservasi.
“(Rafflesia hasseltii) ditemukan di kawasan yang menjadi habitat harimau Sumatera. Jadi selain melakukan pencarian kami juga memperkuat insting, hati-hati kalau berpapasan dengan harimau Sumatera,” jelas Deki saat dihubungi infoTravel pada Senin (24/11/2025).
Bunga Rafflesia termasuk dalam jenis bunga langka yang hampir punah. Oleh karena itu, konservasi menjadi upaya yang sangat penting untuk menjaga kelestarian flora di Indonesia.
Bunga Rafflesia menjadi jenis bunga terbesar di dunia dengan diameter berkisar 70-110 cm, tergantung pada jenis spesiesnya. Penyebaran bunga Rafflesia di Indonesia hanya terdapat di beberapa tempat, yaitu pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Bunga Rafflesia Hasseltii memiliki ciri unik yang membedakannya dengan jenis Rafflesia lain. Bunga ini memiliki warna dan corak yang menarik. Kelopak bunganya terdiri dari 5-6 buah dengan diameter mencapai 17 cm.
Pada kelopak bunga, terdapat bercak-bercak berwarna putih yang membuatnya tampak seperti corak yang cantik. Dari banyaknya jenis yang ditemukan, bercak-bercak ini berjumlah 10 bercak dengan pola acak yang tersebar di sekitar perigon (kelopak) bunga. Presentasenya mencapai 60,15% memenuhi permukaan kelopak.
Banyak masyarakat yang masih mengira bahwa bunga Rafflesia dan bunga bangkai merupakan jenis yang sama. Padahal keduanya jelas berbeda.
Melansir catatan infoEdu, bunga bangkai memiliki bau yang khas yang mampu mengundang beberapa jenis serangga seperti kumbang dan lalat bangkai. Bunga ini termasuk dalam famili Araceae, dengan nama latin Amorphophallus.
Sedangkan bunga Rafflesia di Indonesia dikenal dengan nama padma raksasa dalam famili Rafflesiaceae. Jenis bunga ini merupakan jenis tanaman holoparasit yang tidak memiliki klorofil untuk membuat makanan sendiri. Oleh karena itu Rafflesia hidup dengan menumpang pada inangnya sebagai parasit.
Perbedaan paling mencolok dari kedua jenis tumbuhan ini tampak pada bentuk dan ukuran. Bunga Rafflesia memiliki bentuk lebar ke samping dengan bagian kelopak tengahnya berlubang, sedangkan bunga bangkai memiliki bentuk tinggi ke atas, bagian tengah bunga lonjong disebut braktea, bunga bangkai berwarna krem, dan mahkotanya berbentuk lonceng.
Bunga Rafflesia dan bunga bangkai memiliki kesamaan, keduanya mengeluarkan bau busuk yang berfungsi menarik serangga untuk proses penyerbukan. Hal inilah yang membuat bunga Rafflesia kerap disebut-sebut sebagai bunga bangkai.






