Wings Air baru saja membuka rute Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing (FLZ) – Pekanbaru, menghadirkan jalur udara yang tidak hanya menghubungkan dua kota, tetapi membuka akses luas menuju berbagai pusat aktivitas nasional dan internasional.
Melalui Pekanbaru, masyarakat pesisir barat dan wilayah Tapanuli kini terhubung lebih mudah ke berbagai kota. Rute ini menjadi bagian dari jaringan perjalanan yang lebih besar, menghadirkan pilihan transit yang efisien dan terintegrasi.
Penerbangan ini dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, yang dirancang untuk melayani rute jarak pendek hingga menengah secara point to point. Pesawat ini ideal untuk menghubungkan kota dan kabupaten.
Masyarakat bisa melanjutkan penerbangan menuju berbagai kota seperti Jakarta, Batam, Yogyakarta, Surabaya sampai Kuala Lumpur. Bagi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, rute ini adalah infrastruktur mobilitas yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Skema Rute Penerbangan Wings Air Menuju Bandar Udara Ferdinand Lumban Tobing
Akses menuju layanan kesehatan rujukan, pendidikan, pemerintahan, serta kegiatan usaha kini dapat ditempuh dengan waktu yang lebih singkat dan perencanaan yang lebih sederhana. Untuk Kota Padang Sidempuan dan wilayah di sekitarnya, kehadiran rute ini memperluas pilihan jalur perjalanan udara. Masyarakat tidak lagi hanya bergantung pada satu pintu keluar, tetapi memiliki alternatif yang lebih fleksibel dan kompetitif.
“Dari sisi ekonomi daerah, konektivitas ini membuka ruang baru bagi pergerakan pelaku usaha, UMKM, logistik ringan, serta investor yang membutuhkan akses cepat dan berkelanjutan. Mobilitas yang lancar menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi regional,” ujar Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro.
Rute Pekanbaru – Dr. Ferdinand Lumban Tobing juga memperkuat daya tarik pariwisata pesisir barat Sumatera Utara. Wisata bahari, pulau-pulau kecil, budaya pesisir, hingga kekayaan kuliner di Sibolga dan Tapanuli Tengah kini lebih mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.
Wisatawan dari Jakarta, Surabaya, Bali, hingga Kuala Lumpur dapat merencanakan perjalanan dengan satu rangkaian koneksi yang lebih praktis. Hal ini menciptakan peluang perjalanan lintas destinasi dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di daerah.
“Dalam konteks yang lebih luas, rute ini juga berperan dalam pemulihan dan ketahanan sosial. Akses udara yang andal mempercepat pergerakan bantuan, tenaga pendukung, serta interaksi antardaerah, terutama saat dibutuhkan dalam kondisi darurat maupun pemulihan pascabencana,” ujar Danang.
Untuk memudahkan perjalanan, pelanggan dapat memanfaatkan aplikasi BookCabin dalam merencanakan perjalanan, mulai dari pemesanan tiket, pengaturan jadwal, hingga kebutuhan perjalanan lainnya dalam satu platform.
