Salju Tak Biasa Terjang Belanda, WNI Cerita Warga Senang tapi Infrastruktur Kewalahan

Posted on

Belanda diterpa salju yang tak biasa dalam beberapa waktu terakhir. Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di negara tersebut, Arista Kusumastuti (36) menceritakan pengalaman unik itu.

Arista menceritakan bahwa salju sebenarnya bukan fenomena yang umum di Belanda. Dalam setahun, salju biasanya hanya turun satu hingga dua hari dan tidak bertahan lama.

“Orang-orang di luar Belanda sering mengira Eropa selalu bersalju tebal seperti di film-film, padahal di sini salju itu jarang sekali,” ujar Arista dalam perbincangan dengan infoTravel, Jumat (9/1/2026).

Karena jarang terjadi, Belanda dinilai tidak sepenuhnya siap saat salju turun lebih lama dari perkiraan. Ya, awal tahun ini, salju turun hingga 4 hari beruntun. Jalanan dipenuhi salju, sebagian hingga tinggi, sebagian lain mencair dan mengakibatkan jalanan licin.

Transportasi umum menjadi sektor yang paling terdampak. Banyak layanan kereta, trem, dan bus dihentikan sementara karena rel dan jalur transportasi tertutup salju atau es.

“Belanda enggak siap dengan salju, rel dan infrastruktur lain tidak dirancang untuk menghadapi salju tebal. Berbeda dengan Norwegia atau Finlandia yang sudah siap menghadapi musim salju panjang. Jadi, untuk mengantisipasi kecelakaan, termasuk kereta, operasionalnya dihentikan demi keselamatan,” kata Arista, yang tinggal di Den Haag.

“Banyak perjalanan yang dibatalkan karena takut terjadi kecelakaan,” dia menegaskan.

Selain transportasi publik, pengguna kendaraan pribadi juga menghadapi tantangan. Tidak semua pengendara menggunakan ban musim dingin, berbeda dengan negara-negara Skandinavia yang mewajibkan pergantian ban saat musim dingin. Akibatnya, sejumlah mobil dilaporkan tergelincir di jalanan yang licin.

Kondisi tidak biasa itu sampai membuat Pemerintah Belanda mengeluarkan peringatan keselamatan dengan kode oranye. Pemerintah juga meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah. Sejumlah sekolah ditutup dan banyak pekerja diminta bekerja dari rumah. Meski demikian, tidak sedikit warga yang tetap keluar rumah untuk menikmati momen langka tersebut.

“Banyak yang senang karena jarang ada salju. Anak-anak main seluncur, ada juga yang bikin permainan sederhana pakai sepeda,” ujarnya.

Salju itu pun menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga dan anak-anak yang ingin merasakan pengalaman berbeda.

Arista menyebut kondisi perlahan membaik ketika salju mulai mencair. Aktivitas warga kembali berjalan meski tetap diwarnai kewaspadaan karena jalanan masih licin di beberapa wilayah, terutama di kawasan permukiman.

“Salju kali ini tu indah banget, karena biasanya gloomy, abu-abu, kali ini semuanya serba putih. jadi, warga juga tampaknya antusias. Saya juga keluar rumah buat ke perpus hari ini,” ujar Arista, yang sudah sejak 2019 menetap di Belanda.

Saksikan Live infoSore :