Setelah 15 hari, pencarian korban KM Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa tenggara Timur (NTT) ditutup. Satu korban belum ditemukan.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Satu korban yang belum ditemukan itu adalah anak laki-laki pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras. Pencarian terakhir hari ini hanya berlangsung setengah hari. Seluruh tim dan kapal pencarian telah kembali ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo pukul 12.00 Wita.
“Hasil pencarian korban terakhir, nihil,” kata salah satu orang yang ikut dalam pencarian korban di pelabuhan Marina Labuan Bajo, Jumat (9/1/2025) siang dikutip dari infoBali.
Pengumuman resmi penutupan operasi pencarian korban akan disampaikan oleh Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) hari ini.
Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, sebelumnya mengatakan pencarian korban ditutup pukul 12.00 Wita hari ini. “Sekitar jam 12.00 Wita kami sudah kembali dari proses pencarian,” kata Fathur, Kamis (8/1) malam.
Fernando dan tiga anaknya menjadi korban tenggelam KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (26/12/2025) malam. Tiga jenazah korban sudah ditemukan, yakni Fernando, putrinya berusia 12 tahun, dan anak laki-laki berusia 10 tahun.
Jasad Fernando ditemukan pada 4 Januari dan putrinya ditemukan pada 29 Desember 2025. Jenazah mereka ditemukan mengapung di sekitar perairan Pulau Rinca dan Pulau Serai.
Satu anak laki-laki Fernando ditemukan dalam bangkai kapal pinisi yang mereka tumpangi pada Selasa (6/1). Kapal tersebut terdampar di Pantai Pede, Pulau Komodo, sejauh 14 kilometer dari lokasi kapal tenggelam.
Sementara itu, istri dan anak bungsu Fernando selamat dalam insiden kapal tenggelam yang terjadi sehari setelah Natal tersebut.
