Meski tanpa kembang api, pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tetap antusias menyambut pergantian tahun. Ribuan penonton bernyanyi dan bergoyang bersama Slank, membuktikan bahwa semangat menyambut tahun baru tak harus lewat gemerlap kembang api.
Acara berlangsung pada Rabu (31/12/2025) hingga Kamis (1/1/2026). Tepat pukul 00.00 WIB pada 1 Januari 2026, panggung Festival ‘Sorak Sorai’ menjadi sorotan utama. Alih-alih pertunjukan kembang api, Kaka Slank memukau penonton dengan pidato inspiratifnya.
Penyanyi berambut keriting itu menyambut Slankers yang telah memadati venue dari berbagai daerah dengan penuh antusias. Mereka siap betul bernyanyi bersama Slank.
Ternyata TMII tidak benar-benar ‘bebas’ dari bunyi letupan kembang api. Dari area panggung terdengar bunyi kembang api dari luar TMII.
Menanggapi kemunculan kembang api dari luar TMII itu, Kaka Slank bercanda di atas panggung. “Kok ada kembang apinya, katanya tahun ini nggak ada kembang api,” kata dia.
Kaka melanjutkan sapaan kepada pengunjung TMII. Dia mengabsen para penonton dengan menyebut sejumlah daerah di Indonesia.
“Tegal, Cakung, Ciracas, Pemalang, Gandongan, Cilegon, Banyumas, Tangerang Utara, Makassar, Makassar… mana lagi? Nggak kelihatan. Padasuka, Pringsewu, Sukabumi, Brebes, Sunter, Sunter, Sunter Jaya, Priok, Slankers Cibubur, Bogor!” Kaka berteriak menyambut penonton.
Teriakan “Selamat Tahun Baru!” dari Kaka langsung disambut gemuruh koor massal penonton. Tanpa jeda lama, Kaka mengajak pengunjung untuk tetap bergoyang.
“Guys, selamat tahun baru! Terima kasih, hati-hati di jalan. Kita ber-dangdut sambil mengiringi kalian pulang. Dangdut, guys! Ho!” Kaka berseri menutup momen puncak.
Ketiadaan pesta kembang api tidak mengurangi keseriusan dan kegembiraan acara tersebut. Bagi beberapa peserta, bernyanyi bersama Slank memberikan pengalaman yang lebih dalam dan personal daripada sekadar menonton kembang api di langit.
Teke, seorang Slankers yang datang dari Karawang, mengungkapkan bahwa malam tahun baru kali ini terasa sangat berbeda, tetapi tetap menjadi pengalaman yang mendebarkan.
“Alhamdulillah seru banget, seru banget. Apalagi ditemenin sama Slank, jarang-jarang juga tahun baruan sama Slank ya,” kata dia.
Pernyataan senada diungkapkan Hambar, pengunjung asal Purwakarta. Dia mengaku datang ke TMII murni demi Slank. Baginya, suara Kaka dan petikan gitar Ridho sudah cukup untuk menggantikan gegap gempita petasan.
“Mantap banget! Biar nggak ada kembang api, tapi dinyanyiin bareng Slank itu dapet banget rasanya,” kata Hambar.
Lagu “Terlalu Manis” menjadi puncak kenangan bagi Hambar malam itu. Ribuan orang bernyanyi bersama, menciptakan momen syahdu di awal 2026. “Lagunya ‘Terlalu Manis’. Terlalu manis untuk dilupakan,” ujar dia.
Malam di TMII pun ditutup bukan dengan asap kembang api, melainkan dengan kepuasan ribuan pengunjung yang pulang membawa semangat baru dari lagu-lagu sang idola.
