Studi terbaru Berkshire Hathaway Travel Protection menempatkan Jepang pada peringkat pertama negara paling aman dari kejahatan kekerasan di wilayah Asia bagi wisatawan. Di urutan kedua dan ketiga ditempati Kanada dan Belgia.
Berkshire Hathaway Travel Protection, perusahaan asuransi perjalanan, merilis pemetaan negara-negara di Asia yang dinilai paling aman untuk dikunjungi wisatawan.
Studi tersebut didasarkan pada survei terhadap wisatawan asal Amerika Serikat (AS) mengenai negara-negara Asia yang pernah mereka kunjungi serta tingkat keamanan yang mereka rasakan selama perjalanan.
Seperti dilansir dari Travel+Leisure, Kamis (15/1/2025), hasil survei itu kemudian dikombinasikan dengan data dari Global Peace Index, Numbeo, dan GeoSure, serta dibandingkan dengan hasil riset sebelumnya untuk menyusun peringkat negara-negara teraman di dunia.
Hasilnya, Jepang menempati posisi teratas sebagai negara teraman di Asia. Tingginya tingkat keamanan di Jepang disebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari struktur sosial yang tertib, penegakan hukum yang ketat, hingga budaya yang menjunjung tinggi harmoni.
Kondisi tersebut membuat angka kejahatan jalanan dan gangguan publik relatif sangat rendah, sehingga wisatawan bisa menikmati perjalanan dengan lebih tenang.
Di Tokyo, wisatawan dapat bebas menjelajahi kawasan populer seperti Shibuya, Harajuku, dan Shinjuku yang selalu ramai. Kota ini juga menawarkan perpaduan arsitektur modern, taman-taman Jepang yang menenangkan, serta kehidupan malam yang semarak, tanpa harus diliputi rasa cemas soal keamanan.
Untuk pengalaman menginap di pusat kota, Four Seasons Hotel Tokyo at Otemachi menghadirkan kamar-kamar elegan dengan pemandangan Istana Kekaisaran. Sementara The Tokyo Station Hotel menawarkan pengalaman unik menginap di dalam stasiun kereta ikonik Tokyo.
Jaringan kereta cepat Jepang juga memudahkan wisatawan menjangkau destinasi lain yang tak kalah menarik. Gunung Fuji menjadi salah satu tujuan favorit, baik untuk menjajal jalur pendakian di sekitarnya maupun menikmati panorama dari Kereta Gantung Panorama Gunung Fuji.
Sementara itu, Kyoto menyuguhkan suasana Jepang yang lebih tradisional lewat kuil-kuil yang tenang dan rumah teh klasik.
Tak jauh dari sana, sekitar satu jam perjalanan ke selatan, Osaka dikenal dengan pasar jalanannya yang hidup serta ragam kuliner yang membuat kota ini dijuluki sebagai ‘Dapur Jepang’.
Dari Kyoto maupun Osaka, wisatawan juga bisa melanjutkan perjalanan ke Semenanjung Kii, kawasan spiritual yang menyimpan sejumlah situs Warisan Dunia UNESCO. Di wilayah itu terdapat Kuil Tamaki, yang disebut sebagai kuil tertua di Jepang, serta jalur ziarah bersejarah Kumano Kodo.
Di sisi timur Semenanjung Kii, Kuil Ise Jingu akan menjadi pusat perhatian pada Upacara Okihiki yang digelar mulai Mei hingga Agustus 2026. Tradisi sakral berusia sekitar 1.300 tahun ini merupakan prosesi pembangunan kembali kuil secara seremonial.
Bagi wisatawan yang ingin menyeimbangkan hiruk-pikuk kota dengan waktu relaksasi, Jepang memiliki lebih dari 3.000 onsen atau pemandian air panas yang tersebar di seluruh negeri.
Pemandian alami ini bisa dinikmati di penginapan tradisional seperti Fujiya Ryokan, maupun di resor modern seperti Amanemu, yang menawarkan fasilitas spa onsen serta pemandian onsen pribadi di setiap suite dan vila.
Di urutan kedua dan ketiga ada Kanada dan Belgia.
1. Jepang
2. Kanada
3. Belgia
4. Uni Emirat Arab
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
5. Selandia Baru
6. Australia
7. Prancis
8. Belanda
9. Portugal
10. Irlandia
1. Belanda
2. Australia
3. Austria
4. Islandia
5. Kanada
6. Selandia Baru
7. United Arab Emirates
8. Swiss
9. Jepang
10. Irlandia
11. Belgia
12. Portugal
13. Prancis
14. Inggris
15. Denmark






