Ratusan umat Shinto menyambut tahun baru dengan berendam di kolam air es dalam ritual Kanchu Misogi. Tradisi itu dipercaya membersihkan tubuh dan jiwa sekaligus membawa keberuntungan di tahun baru.
Dikutip dari CNN, Rabu (14/1/2026), tahun baru Shinto atau dikenal sebagai Shogatsu dirayakan setiap 1 Januari sesuai dengan kalender Gregorian, bukan kalender lunar. Perayaan spiritual itu menggabungkan ritual Shinto kuno dengan budaya Jepang yang berlangsung selama tiga hari.
Pada Minggu (3/1), sekitar 100 warga Jepang, laki-laki dan perempuan, tumplek blek di Kuil Teppuzu Inari, Tokyo. Sebagian besar peserta adalah laki-laki. Mereka menggunakan cawat putih. Sementara itu, perempuan mengenakan jubah putih.
Mereka merayakan Kanchu Misogi. Di kuil itu, satu kolam setinggi lutut orang dewasa dipenuhi air dingin dan bongkahan es yang mengapung di permukaannya. Musik perkusi dan seruling mengalun menciptakan suasana dramatis di halaman kuil.
Sambil menggenggam tangan di depan dada, mereka melantunkan “Haraedo-no-Okami,” memohon kepada dewi penyucian agar dosa-dosa mereka dibersihkan.
Setelah itu, mereka berlari di jalan-jalan sekitar kuil dan melakukan pemanasan sebelum terjun ke air es. Barulah kemudian, mereka masuk ke dalam kolam satu per satu.
Setelah masuk ke dalam kolam, para peserta menyiramkan air ke tubuh mereka menggunakan ember kayu sambil berteriak “ai” untuk menguatkan mental. Sementara itu, peserta lain memberikan semangat dan dukungan dari pinggir kolam.
Penyucian adalah inti dari praktik Shinto kuno di Jepang. Ritual itu diyakini dapat mengusir roh jahat dan membersihkan jiwa.
Ritual ini telah digelar di kuil tersebut selama 71 tahun berturut-turut. Shinto, agama asli Jepang yang telah ada selama berabad-abad, berpusat pada kepercayaan bahwa roh-roh suci menghuni alam dan semua makhluk hidup.
Jepang adalah monarki konstitusional yang dipimpin oleh Kaisar Naruhito, 65 tahun, yang dianggap sebagai otoritas tertinggi dalam Shinto meski kekuasaannya terbatas secara politik.
Awalnya, acara itu dihelat sebagai ritual penyucian untuk dewa setempat, tetapi kini kuil tersebut membuka partisipasi publik melalui pendaftaran.
“Pendaftaran ditutup lebih awal tahun ini karena minat yang luar biasa,” kata penyelenggara.








