Tak Peduli Harga Tiket Naik, Turis Banjiri Museum Louvre

Posted on

Museum Louvre mengumumkan untuk menaikkan harga tiket untuk pengunjung non-Eropa. Dikira bakal sepi, tapi turis tetap ramai antre!

Harga tiket Museum Louvre untuk turis di luar Uni Eropa, Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia naik 45 persen. Pengunjung non-Eropa kini harus membayar tiket senilai Euro 32 (Rp 628 ribuan) per orang.

Dikutip dari Gulf News pada Kamis (15/1/2026), harga baru tiket itu menjadikan Museum Louvre sebagai salah satu museum termahal bagi turis non-Eropa.

Terlepas dari kenaikan harga, antrean panjang tetap terlihat di piramida kaca ikonik tersebut. Pengunjung tetap melanjutkan rencana mereka untuk melihat koleksi museum yang luas, termasuk mahakarya seperti Mona Lisa dan Venus de Milo.

Banyak wisatawan mengatakan pengalaman itu tetap menjadi kesempatan “sekali seumur hidup” yang bahkan membenarkan biaya mahal.

Kebijakan tarif berbeda antara warga lokal dan turis asing jarang ditemui di Eropa, tapi umum di negara berkembang seperti Machu Picchu di Peru atau Taj Mahal di India.

Serikat pekerja Louvre mengecam kebijakan itu sebagai sesuatu yang mengejutkan secara filosofis, sosial, dan kemanusiaan. Mereka bahkan menyerukan mogok untuk memprotes penetapan harga ganda ini.

Menurut mereka, koleksi Louvre yang mencapai 500.000 benda, termasuk artefak dari Mesir, Timur Tengah, dan Afrika yang memiliki nilai universal dan seharusnya dapat dinikmati semua orang. Kekhawatiran lain muncul secara praktis, karena staf kini harus memeriksa dokumen identitas setiap pengunjung.

Akademisi Prancis Patrick Poncet menilai langkah ini sebagai cerminan kebangkitan nasionalisme, mirip dengan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan biaya bagi wisatawan asing untuk mengunjungi Taman Nasional Amerika pada awal tahun ini.

“Ini gejala kembalinya nasionalisme yang terang-terangan, seperti di tempat lain di dunia,” tulis Poncet di Le Monde pada bulan lalu.

Louvre menarik jutaan pengunjung setiap tahun dan tetap menjadi pilar ekonomi pariwisata Paris. Para pejabat museum mengatakan perubahan harga itu merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengelola jumlah pengunjung, mendukung biaya operasional, dan mempertahankan akses bagi penduduk Eropa.

Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa permintaan global terhadap landmark budaya tetap kuat, sebanding dengan biaya perjalanan meningkat.

Bagi banyak pengunjung internasional, signifikansi artistik dan historis Louvre terus lebih penting daripada kekhawatiran tentang biaya masuk yang lebih tinggi.

Mereka menjadikan Museum Louvre sebagai salah satu landmark yang wajib dikunjungi saat liburan ke Eropa, terlepas dari biayanya yang mahal.