Lion Group bersama Kementerian Dalam Negeri menerbangkan 1.138 praja IPDN dan ASN Kemendagri beserta dukungan logistik, dengan rangkaian keberangkatan pada 3-5 Januari 2026 untuk mendukung pemulihan pasca banjir bandang di utara Sumatera. Persiapannya begitu singkat, namun Lion tetap inspeksi ketat keselamatan dan kenyamanan penerbangan kemanusiaan ini.
“Jadi, ini komunikasinya sangat singkat sehingga bisa terlaksana pada hari ini penerbangan menuju ke Bandara Kualanamu. Dan tentunya kami sebagai perusahaan penerbangan yang patuh kepada regulator dan patuh kepada aturan-aturan, kami mempersiapkan pesawat kami sesuai aturan-aturan yang berlaku. Dan untuk keberangkatan hari ini, sejak tadi malam pesawat tipe Airbus 330 ini sudah melalui inspeksi yang ketat,” papar Direktur Lion Air Group, Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi, Sabtu (3/1/2026) di T1 Bandara Soekarno Hatta.
Dalam penerbangan khusus ini, Lion Air akan menggunakan pesawat wide body Airbus A330 kapasitas 440 penumpang dan pesawat yang lebih kecil kapasitas 215 penumpang yaitu Boeing 737. Penerbangan pun dibagi dalam 3 kloter, dan kloter pertama telah terbang hari ini sekitar pukul 09.30 WIB.
“Para mekanik, kru, pilot dan pramugarinya kita siapkan dalam kondisi yang siap terbang dan ini menjadi satu komitmen Lion Group untuk dapat melayani seluruh masyarakat. Kemudian tentunya ada beberapa pesan kepada awak pesawat, kepada para teknisi ya untuk mempertahankan khususnya keselamatan dan keamanan. Dan para awak kabin tentunya akan melayani dengan baik,” tambah Daniel.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan pemilihan Lion Air untuk menerbangkan 1.138 praja IPDN dan ASN Kemendagri karena pilihan armada Lion yang banyak. Juga faktor pengalaman menjadi alasan Tito menggaet Lion dalam misi kemanusiaan ini.
“Kenapa Lion Air? Karena Lion Air memiliki flight dan jumlah armada paling banyak. Kalau minta bantuan ke TNI AU, saya paham bahwa teman-teman TNI ini juga memerlukan pesawat-pesawatnya untuk membawa pasukan dan logistik,” ujar Tito.
“Nah, mengingat saya dulu (waktu menjabat menjadi Kapolri) pernah membuat MOU sehingga ketika ada masalah di Palu, gempa bumi, tsunami di Lombok, ada persoalan keamanan di Papua, persoalan keamanan di Jakarta, saya mengirimi pasukan-pasukan dari luar Jakarta ke Jakarta untuk mengamankan Jakarta. Semua transportasinya menggunakan Lion. Nah, mengapa kita tidak ulang kembali pengalaman sukses itu?” tambahnya.
Awalnya Tito meminta keringanan biaya penerbangan ini kepada Lion Group. Ternyata, Lion malah menggratiskan alias tidak memungut biaya untuk rangkaian penerbangan kemanusiaan ini.
“Saya menghubungi langsung Bapak Rusdi Kirana (pemilik dan pendiri Lion Air) dan tadinya saya minta biayanya yang lebih ringan. Tapi beliau (Rusdi Kirana) menyampaikan, mereka menggunakan corporate social responsibility (CSR). Jadi enggak usah bayar dan saya berterima kasih,” cerita Tito.
Kapten Daniel pun membenarkan bahwa rangkaian penerbangan Lion Air dalam menerbangkan Praja IPDN dan ASN Kemendagri ke Medan tidak dipungut biaya alias gratis. Dia menambahkan ini merupakan bentuk komitmen Lion hadir di tengah bencana
“Yang ingin kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat adalah bahwa seluruh proses pengangkutan bantuan kemanusiaan ini dilaksanakan tanpa pungutan biaya. Inilah bentuk kontribusi kami langsung kepada rakyat Indonesia sekaligus komitmen kami dalam mendukung penanganan dan pemberdayaan pasca bencana,” papar Daniel.






