Kejadian tragis dialami seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Sydney, Australia. Dia tewas diserang hiu saat berenang di pantai populer.
Dilansir dari New York Post, Senin (26/1/2026) Nico Antic sedang melompat tebing bersama dua temannya di Jump Rock dekat Shark Beach di pinggiran kota Sydney, Vaucluse, tepat sebelum pukul 16.20 waktu setempat pada 18 Januari lalu. Dia memasuki perairan di luar area yang dilindungi oleh jaring anti-hiu (penghalang fisik yang dirancang untuk mengurangi kemungkinan hiu besar memasuki area berenang yang ditentukan).
Saat berada di dalam air, kaki Nico digigit sekali oleh hiu dan menyebabkan luka parah. Dia kehilangan banyak darah. Menyadari Nico diserang hiu, salah satu temannya melompat ke air dan menariknya ke arah bebatuan. Sedangkan seorang teman lainnya membantu mengangkat Nico ke atas platform batu, sementara petugas medis darurat bergegas ke lokasi kejadian.
Polisi dan tim medis darurat memasang perban pengikat (tourniquet) untuk menghentikan pendarahan sebelum membawa Nico dengan perahu ke dermaga feri terdekat. Pihak berwenang mengatakan jaringan dan pembuluh darah utama terputus oleh gigitan ganas hiu.
Selama di ambulans, ia menerima transfusi darah setelah perban pengikat tidak cukup untuk menghentikan kehilangan darah. Dalam beberapa jam, Nico menjalani operasi darurat di Rumah Sakit Anak Sydney di Randwick dan ditempatkan dalam koma yang diinduksi secara medis.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Selama beberapa hari, ia tetap berada di ruang perawatan intensif dalam kondisi kritis. Dokter terus memberinya alat bantu pernapasan, memberikan transfusi tambahan, dan melakukan operasi otak untuk mengurangi pembengkakan dan pendarahan.
Pada hari Sabtu, Nico dinyatakan mati otak karena komplikasi dari luka-lukanya. Keluarganya kemudian memutuskan untuk mencabut alat bantu pernapasan.
Para ahli kelautan mengatakan hiu yang terlibat diduga adalah hiu banteng, spesies yang dikenal sering mengunjungi Sydney Harbour, yang dapat tumbuh hingga panjang 11 kaki dan berat 290 pon. Hiu banteng juga memiliki kekuatan gigitan terkuat dari semua hiu di dunia.
Puluhan pantai di daerah Sydney ditutup segera setelah serangan itu. Pihak berwenang dan ilmuwan menunjukkan kondisi cuaca ekstrem sehari sebelum serangan yang mungkin meningkatkan risiko.
Sydney dilanda hujan lebat pada 17 Januari dan menjadi hari terbasah di bulan Januari sejak 1988. Kondisi ini menyebabkan sejumlah besar air tawar dan kotor masuk ke pelabuhan dan secara drastis mengurangi jarak pandang.
Profesor Rob Harcourt dari Universitas Macquarie mengatakan risiko gigitan hiu banteng sangat terkait dengan masuknya air tawar ke laut. Dia menjelaskan bahwa air keruh dan payau menciptakan kondisi berburu yang ideal dan meningkatkan kemungkinan gigitan ketika hiu salah mengira manusia sebagai mangsa.
