Traveler perempuan perlu tahu cara mengatur traveling sesuai siklus menstruasi. Langkah ini bisa bikin liburan tetap nyaman, minim nyeri, dan bebas drama PMS. Simak panduannya di sini.
Bagi perempuan, siklus menstruasi bisa sangat mempengaruhi energi, suasana hati, hingga daya tahan tubuh saat bepergian. Karena itu, mengatur perjalanan dengan menyesuaikan fase menstruasi menjadi langkah penting agar liburan tetap optimal.
Menjelang menstruasi, sebagian perempuan mengalami Premenstrual Syndrome (PMS) yang ditandai dengan kembung, nyeri perut, hingga perubahan suasana hati. Meski kondisi ini kerap membuat tubuh dan emosi terasa kurang stabil, ada sejumlah tips yang bisa diterapkan agar perencanaan liburan tetap optimal meski sedang menstruasi.
Pada fase menstruasi, tubuh cenderung lebih mudah lelah dan sensitif terhadap nyeri. Jika traveler bepergian saat fase ini, sebaiknya pilih destinasi dengan ritme yang lebih santai, minim aktivitas fisik berat, serta akses mudah ke fasilitas umum seperti toilet dan tempat istirahat.
Melansir informasi dari Conde Nast Traveler, Rabu (21/1/2026), para ahli hormon memberikan tips terkait cara mengatur siklus menstruasi agar liburan tetap terasa menyenangkan dan tanpa gangguan.
Setiap perempuan memiliki siklus menstruasi yang berbeda, memahami mood dan tiap fase dalam siklus menstruasi merupakan hal penting untuk menjaga kenyamanan liburan.
Menurut CN Traveler, ada perempuan yang merasa fit setelah menstruasi, tapi ada juga yang justru merasa hari-hari menjelang haid lebih berat, baik secara emosional maupun fisik. Karena itu, mengenali pola tubuh sendiri menjadi kunci agar liburan tetap terasa menyenangkan.
Jika memungkinkan, hindari merencanakan liburan bertepatan dengan fase PMS. Pada fase ini, sebagian perempuan cenderung mengalami perubahan mood, nyeri, mudah lelah, hingga sulit tidur. Bepergian di fase ini bisa membuat perjalanan terasa lebih berat.
Namun jika jadwal liburan tidak bisa dihindari, pastikan jadwal tidak terlalu padat dan beri ruang lebih untuk istirahat.
Saat traveling, kenyamanan harus jadi prioritas. Pilih pakaian yang longgar, bahan yang menyerap keringat, serta alas kaki yang tidak membuat kaki cepat lelah.
Jangan ragu membawa perlengkapan pribadi seperti pembalut, menstrual cup, atau pain relief agar tubuh tetap merasa aman dan nyaman selama perjalanan.
Liburan dengan jadwal yang terlalu ketat bisa membuat tubuh cepat kelelahan, terutama jika kondisi fisik sedang tidak optimal. Buat rencana perjalanan yang fleksibel, sehingga traveler bisa menyesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri saat energi sedang menurun.
Asupan makanan juga berperan besar dalam menjaga stamina saat liburan. Kurangi makanan mengandung gula, garam, dan kafein berlebih yang dapat memperparah gejala PMS atau nyeri menstruasi. Sebaliknya, perbanyak konsumsi air putih, buah, sayur, dan makanan bergizi agar tubuh tetap bertenaga.
Menyiapkan akomodasi sejak awal bisa mengurangi stres saat liburan. Pilih penginapan yang nyaman, bersih, dan dekat dengan fasilitas umum. Akses mudah ke kamar mandi, tempat makan, dan transportasi akan sangat membantu ketika tubuh membutuhkan istirahat ekstra.
Memahami siklus menstruasi dapat membantu menentukan waktu terbaik untuk bepergian. Beberapa fase cocok untuk aktivitas padat, sementara fase lain lebih ideal untuk liburan santai.
Dengan menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi tubuh, liburan tetap terasa menyenangkan tanpa mengorbankan atau menimbulkan dampak berarti bagi kesehatan.
Jadi, traveler perempuan nggak perlu khawatir lagi liburan terganggu siklus menstruasi. Ikuti dan terapkan tips di atas ya!






