Gejolak yang melanda dunia penerbangan pada 2025 perlahan mereda. Memasuki 2026, industri ini diprediksi kembali stabil seiring melonjaknya minat perjalanan global.
Dunia penerbangan diperkirakan memasuki fase perkembangan baru pada 2026. Dalam laporannya, CNN mengungkap bahwa industri aviasi global akan mengalami sejumlah perubahan signifikan, didorong oleh inovasi teknologi, peningkatan permintaan perjalanan, serta upaya maskapai dan bandara dalam meningkatkan kenyamanan penumpang.
Perkembangan itu tidak hanya terlihat dari sisi teknologi pesawat yang semakin modern dan efisien, tetapi juga dari cara industri penerbangan merespons kebutuhan traveler yang terus berubah.
Melansir laporan CNN, Selasa (27/1/2026), berikut sejumlah perkembangan yang diprediksi akan terjadi dalam dunia penerbangan pada 2026.
CNN mencatat sejumlah maskapai penerbangan seperti American Airlines, JetBlue, Southwest Airlines, hingga Swiss Air mulai menawarkan fasilitas yang semakin premium.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), komunitas perdagangan maskapai penerbangan global menyebutkan bahwa permintaan fasilitas premium di kabin pesawat mulai meningkat sejak Desember 2025.
Peningkatan itu menunjukkan angka signifikan di sejumlah negara terutama negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika Utara. IATA mencatat bahwa peningkatan itu sudah tampak konsisten sejak pandemi Covid-19.
Beberapa maskapai penerbangan menyediakan lounge dan tempat duduk yang lebih luas, mewah, dan nyaman. Tapi tentu saja, penumpang yang ingin merasakan pengalaman terbang dengan fasilitas premium perlu mengocek kantong lebih dalam karena sejumlah maskapai menerapkan harga lebih tinggi untuk fasilitas yang lebih mewah ini.
Dua pesawat American Airlines yaitu pesawat Boeing 787 dan Airbus A321XLR sudah memperkenalkan kursi bisnis dan ekonomi premium unggulan baru yang sudah beroperasi sejak bulan Desember 2025.
Kemudian, American Airlines, Southwest, sebuah maskapai penerbangan Amerika yang sejak lama menjunjung kesetaraan fasilitas dalam pesawatnya, juga mulai menerapkan produk premium dengan kursi dan ruang kaki yang lebih besar.
CEO Southwest, Bob Jordan mengatakan perubahan ini sebagai upaya perkembangan mengikuti kebutuhan pelanggan.
Sejumlah maskapai berlomba-lomba untuk menghadirkan fasilitas unggulan untuk menunjang kebutuhan penumpang. Beberapa fasilitas seperti toko waralaba dan ruang tunggu dengan deretan kursi mulai dirombak menjadi lebih menarik.
Kini, bandara-bandara lebih didominasi dengan ritel makanan, terminal yang dipenuhi karya seni, berbagai pilihan tempat duduk, dan teras luar ruangan yang nyaman. Konsep ini mengikuti keinginan penumpang yang dinilai lebih banyak menghabiskan waktu di ruang tunggu bandara.
Firma arsitektur global Gensler Ty Osbaugh menyebut langkah ini sebagai lounge untuk semua.
“Area bandara di masa depan akan jauh lebih beragam, bukan sekadar pusat perbelanjaan, tetapi berbagai ruang yang saling terkait dan memberi penumpang sedikit lebih banyak pilihan,” ujarnya.
Beberapa bandara di Denver, Portland, Oregon, dan San Francisco kini sudah menerapkan konsep lounge untuk semua ini.
CNN mencatat beberapa industri penerbangan melakukan langkah penggabungan perusahaan dengan tujuan memperbesar merger perusahaan di tahun 2026.
Air France-KLM yang berbasis di Paris tengah mengupayakan kesepakatan untuk menggandeng SAS Scandinavian Airlines. Sementara itu, Lufthansa Group terus mendorong proses integrasi dengan maskapai Italia, ITA Airways, yang ditargetkan rampung pada 2027 setelah mengakuisisi 41 persen saham maskapai tersebut.
Langkah itu diyakini membawa ITA Airways bergabung dengan Lufthansa, Air Canada, dan United Airlines.
Di Asia, Korean Air menyelesaikan integrasi Asiana Airlines pada tahun 2026, termasuk menggabungkan program loyalitas, menyelaraskan jadwal, dan menarik Asiana dari Star Alliance.
Tak mau kalah maskapai Amerika Serikat Alaska Airlines menggandeng Hawaiian Airlines untuk menciptakan migrasi sistem reservasi Hawaiian ke Alaska. Upaya ini ditargetkan selesai bulan April.
CNN menyebut kebijakan dari pemimpin dunia akan kembali mempengaruhi dunia penerbangan sepanjang 2026.
Salah satu kebijakan yang sudah terlihat adalah program otorisasi perjalanan ETIAS baru Uni Eropa. Kebijakan itu mengharuskan wisatawan bebas visa untuk mendaftar terlebih dahulu saat hendak memasuki negara di Eropa dan membayar sebesar 20 euro atau sekitar Rp 395 ribu.
Berbeda dengan Eropa, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mewajibkan turis asing yang mendapatkan izin bebas visa untuk menampilkan riwayat media sosial selama lima tahun dan alamat email selama 10 tahun saat mengajukan otorisasi ESTA.
Kondisi itu berpengaruh pada jumlah wisatawan asing yang mengunjungi AS.
CNN mencatat pada 2025, jumlah wisatawan yang mengunjungi AS menurun 85 persen daripada 2019 akibat kebijakan itu.
Selain itu, konflik di Ukraina dan Timur Tengah sedikit banyak terus memberikan dampak pada peta rute penerbangan, menambah jam perjalanan jarak jauh antara Eropa dan Asia, dan mendorong peningkatan konsumsi bahan bakar juga harga tiket.
CEO Delta, Ed Bastian, berharap pada 2026, dunia penerbangan menjadi lingkungan yang sedikit lebih stabil dalam bidang politik.
1. Berkembangnya Fasilitas Menjadi Semakin Premium
2. Peningkatan Fasilitas Bandara
3. Penggabungan Perusahaan Mengubah Lanskap Industri Penerbangan
4. Geopolitik Tetap Jadi Faktor Pengendali
CNN mencatat beberapa industri penerbangan melakukan langkah penggabungan perusahaan dengan tujuan memperbesar merger perusahaan di tahun 2026.
Air France-KLM yang berbasis di Paris tengah mengupayakan kesepakatan untuk menggandeng SAS Scandinavian Airlines. Sementara itu, Lufthansa Group terus mendorong proses integrasi dengan maskapai Italia, ITA Airways, yang ditargetkan rampung pada 2027 setelah mengakuisisi 41 persen saham maskapai tersebut.
Langkah itu diyakini membawa ITA Airways bergabung dengan Lufthansa, Air Canada, dan United Airlines.
Di Asia, Korean Air menyelesaikan integrasi Asiana Airlines pada tahun 2026, termasuk menggabungkan program loyalitas, menyelaraskan jadwal, dan menarik Asiana dari Star Alliance.
Tak mau kalah maskapai Amerika Serikat Alaska Airlines menggandeng Hawaiian Airlines untuk menciptakan migrasi sistem reservasi Hawaiian ke Alaska. Upaya ini ditargetkan selesai bulan April.
CNN menyebut kebijakan dari pemimpin dunia akan kembali mempengaruhi dunia penerbangan sepanjang 2026.
Salah satu kebijakan yang sudah terlihat adalah program otorisasi perjalanan ETIAS baru Uni Eropa. Kebijakan itu mengharuskan wisatawan bebas visa untuk mendaftar terlebih dahulu saat hendak memasuki negara di Eropa dan membayar sebesar 20 euro atau sekitar Rp 395 ribu.
Berbeda dengan Eropa, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mewajibkan turis asing yang mendapatkan izin bebas visa untuk menampilkan riwayat media sosial selama lima tahun dan alamat email selama 10 tahun saat mengajukan otorisasi ESTA.
Kondisi itu berpengaruh pada jumlah wisatawan asing yang mengunjungi AS.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
CNN mencatat pada 2025, jumlah wisatawan yang mengunjungi AS menurun 85 persen daripada 2019 akibat kebijakan itu.
Selain itu, konflik di Ukraina dan Timur Tengah sedikit banyak terus memberikan dampak pada peta rute penerbangan, menambah jam perjalanan jarak jauh antara Eropa dan Asia, dan mendorong peningkatan konsumsi bahan bakar juga harga tiket.
CEO Delta, Ed Bastian, berharap pada 2026, dunia penerbangan menjadi lingkungan yang sedikit lebih stabil dalam bidang politik.






