Kuil di Thailand ini mengeluarkan ultimatum bakal tutup permanen. Alasannya, turis terus memperlakukan tempat suci sebagai tempat yoga.
Wat Pha Latm sebuah kuil bersejarah di Thailand utara mengeluarkan pernyataan resmi mengenai peningkatan perilaku tidak pantas baru-baru ini. Para pejabat kuil menyatakan kecewa atas wisatawan yang melanggar kesucian zona monastik, seperti dikutip dari The Thaiger pada Kamis (22/1/2026).
Belakangan ini, banyak turis-turis melakukan akro-yoga (yoga akrobatik), senam dan memanjat struktur kuno, pagoda dan formasi batuan alami di kuil yang telah dibangun pada abad-13 itu.
Kuil yang berlokasi di Chiang Mai itu juga melaporkan banyak kasus pengunjung yang mengenakan pakaian terbuka, yang bertentangan dengan aturan berpakaian sopan yang diwajibkan di kuil Buddha Thailand.
“Wat Pha Lat berfungsi sebagai tempat suci Buddha untuk praktik para biksu dan situs bersejarah yang sakral,” demikian klarifikasi pernyataan tersebut.
“Tempat ini bukan taman hiburan, taman umum, atau tempat berolahraga,” lanjut pernyataan itu.
Untuk menjaga lingkungan yang damai yang diperlukan untuk praktik keagamaan, kuil tersebut menetapkan larangan ketat bagi semua pengunjung.
Pihak administrasi menekankan bahwa langkah-langkah ini adalah aturan wajib, bukan saran. Pernyataan tersebut diakhiri dengan peringatan keras: ketidakhormatan dan pelanggaran aturan yang berkelanjutan akan memaksa kuil untuk mengumumkan penghentian kunjungan kuil bagi wisatawan umum.
Langkah ini secara efektif akan melarang pariwisata di situs tersebut, memastikan pelestarian lingkungan spiritualnya dan ketenangan yang dibutuhkan para biksu.
