‘Istana’ burung di Turki menjadi peninggalan zaman Kekaisaran Ottoman yang unik. Bangunan ini menjadi saksi bisu sejarah dan kepedulian terhadap alam.
Banyak wisatawan yang tidak tahu bahwa Istanbul memiliki rumah-rumah burung yang terbuat dari batu dan usianya sudah ratusan tahun.
Kota tua Istanbul terkenal akan bangunan-bangunan tua yang berdiri dengan megah dan indah sebagai peninggalan sejarah. Dalam bangunan-bangunan tersebut terdapat sebuah bangunan kecil yang terletak di bawah atap-atap yang disebut sebagai kuş saraylari atau Istana Burung.
Bangunan-bangunan tersebut terbuat dari batu yang diukir dengan indah. Konon, bangunan ini dibangun sejak abad 16-19 M. dan menjadi saksi bisu kejayaan peradaban Ottoman.
“Setiap istana burung memiliki gaya arsitektur unik dan keindahan detailnya sendiri yang juga mewakili perwujudan belas kasih yang mendalam,” jelas Öykü Demir pemandi wisata lokal Istanbul, dikutip dari BBC, Senin (5/1/2026).
Pada awalnya, keberadaan rumah-rumah burung di bangunan-bangunan megah Ottoman lahir dari kebiasaan sedekah yang diajarkan agama Islam. Dalam Islam bersedekah menjadi salah satu ladang pahala yang paling cepat mendapat ganjarannya.
Kebiasaan ini tidak hanya diterapkan kepada sesama manusia, tetapi juga pada hewan-hewan di seluruh kekaisaran. Yayasan keagamaan pada masa itu mendanai pemberian pakan kepada hewan-hewan liar seperti anjing, kucing, burung, kuda, unta, hingga keledai.
Mengutip informasi BBC, Istana Burung ini diyakini sudah ada sejak Kekaisaran Seljuk, sebuah dinasti Muslim Sunni yang memimpin Asia Tengah hingga Turki Modern. Hal ini tampak pada arsitektur Istana Burung pada abad ke-13 M. yang berupa lubang-lubang kecil untuk tempat keluar-masuk.
Pada masa Kekaisaran Ottoman, arsitekturnya diperbarui dengan ukiran khas Timur Tengah yang menyerupai bangunan-bangunan megah pada abad ke-16 M. Puncak kreativitas arsitekturnya tampak pada abad ke-18 M.
Pada masa itu, Istanbul sudah menjadi destinasi yang menarik banyak wisatawan, arsitekturnya mengikuti budaya Eropa akibat pengaruh gerakan Barok dan Rakoko.
“Di Turki, Barok Ottoman disebut gaya baru dan penekanan diberikan pada kebaruan dan kreativitas pada jenis dan ukiran batu baru dengan gaya yang sedikit berlebihan,” tambahnya.
Tidak semua wilayah di Turki memiliki Istana Burung pada bangunan bersejarahnya. Keberadaan hunian unik bagi burung ini hanya dapat ditemukan di beberapa lokasi tertentu. Dari seluruh wilayah tersebut, Istanbul menjadi kota dengan jumlah Istana Burung terbanyak.
Istanbul pun jadi pusat utama peninggalan arsitektur Ottoman yang sarat nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap alam. Selain Istanbul, istana burung juga dapat dijumpai di sejumlah daerah lain seperti Edirne, Van, hingga Doğubeyazıt, meski jumlahnya tidak sebanyak di kota Istanbul.
Di antara banyaknya Istana Burung yang tersebar di Istanbul, ada dua istana burung paling terkenal dan masih terawat dengan baik berada di Masjid Yeni Valide yang terletak di distrik Üsküdar.
Keunikan istana burung ini terletak pada bentuknya yang menyerupai masjid mini, lengkap dengan kubah di bagian tengah serta dua menara kecil yang berdiri di sisi kanan dan kiri.
Detail arsitektur yang rumit dan kondisinya yang masih terjaga menjadikan Istana Burung di Masjid Yeni Valide sebagai salah satu destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin menyelami sisi lain sejarah dan budaya Ottoman di Istanbul.
Selain memikat secara visual, konstruksi Istana Burung ini juga dirancang dengan fungsi yang sangat matang. Ukurannya yang kompak dan penempatannya yang strategis mendorong burung-burung untuk bertengger serta bersarang di area tertentu, sehingga aktivitas mereka tidak mengganggu atau merusak bagian utama bangunan bersejarah.
Menurut ahli ekologi sekaligus pengamat burung, Kerem Ali Boyla, Istana Burung bukan hanya elemen dekoratif semata, melainkan juga habitat yang sangat fungsional bagi burung.
Setiap detail pembuatannya, mulai dari ukuran lubang hingga arah hadap bangunan, dirancang untuk memberikan perlindungan dari angin, hujan, dan perubahan suhu.
Desain ini menunjukkan bahwa para pembuatnya telah mempertimbangkan kebutuhan burung secara serius, menjadikan Istana Burung sebagai contoh harmonisasi antara manusia, arsitektur, dan alam sejak ratusan tahun lalu.
“Saya rasa orang-orang yang membuatnya benar-benar memikirkan tentang ukuran lubangnya, apakah menghadap ke selatan atau utara, dan yang penting dalam hal pengendalian panas dan perlindungan dari angin juga sangat dipikirkan,” ujarnya.
Meski menjadi kota metropolitan yang padat penduduk, Istanbul masih kaya akan keanekaragaman burung dengan hampir 300 spesies berbeda yang terlihat di kota ini.
Sejarah dan Keberadaan Kuş Saraylari
Di Mana Istana Burung Berada?
Habitat Burung yang Fungsional


Tidak semua wilayah di Turki memiliki Istana Burung pada bangunan bersejarahnya. Keberadaan hunian unik bagi burung ini hanya dapat ditemukan di beberapa lokasi tertentu. Dari seluruh wilayah tersebut, Istanbul menjadi kota dengan jumlah Istana Burung terbanyak.
Istanbul pun jadi pusat utama peninggalan arsitektur Ottoman yang sarat nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap alam. Selain Istanbul, istana burung juga dapat dijumpai di sejumlah daerah lain seperti Edirne, Van, hingga Doğubeyazıt, meski jumlahnya tidak sebanyak di kota Istanbul.
Di antara banyaknya Istana Burung yang tersebar di Istanbul, ada dua istana burung paling terkenal dan masih terawat dengan baik berada di Masjid Yeni Valide yang terletak di distrik Üsküdar.
Keunikan istana burung ini terletak pada bentuknya yang menyerupai masjid mini, lengkap dengan kubah di bagian tengah serta dua menara kecil yang berdiri di sisi kanan dan kiri.
Detail arsitektur yang rumit dan kondisinya yang masih terjaga menjadikan Istana Burung di Masjid Yeni Valide sebagai salah satu destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin menyelami sisi lain sejarah dan budaya Ottoman di Istanbul.
Selain memikat secara visual, konstruksi Istana Burung ini juga dirancang dengan fungsi yang sangat matang. Ukurannya yang kompak dan penempatannya yang strategis mendorong burung-burung untuk bertengger serta bersarang di area tertentu, sehingga aktivitas mereka tidak mengganggu atau merusak bagian utama bangunan bersejarah.
Menurut ahli ekologi sekaligus pengamat burung, Kerem Ali Boyla, Istana Burung bukan hanya elemen dekoratif semata, melainkan juga habitat yang sangat fungsional bagi burung.
Setiap detail pembuatannya, mulai dari ukuran lubang hingga arah hadap bangunan, dirancang untuk memberikan perlindungan dari angin, hujan, dan perubahan suhu.
Desain ini menunjukkan bahwa para pembuatnya telah mempertimbangkan kebutuhan burung secara serius, menjadikan Istana Burung sebagai contoh harmonisasi antara manusia, arsitektur, dan alam sejak ratusan tahun lalu.
“Saya rasa orang-orang yang membuatnya benar-benar memikirkan tentang ukuran lubangnya, apakah menghadap ke selatan atau utara, dan yang penting dalam hal pengendalian panas dan perlindungan dari angin juga sangat dipikirkan,” ujarnya.
Meski menjadi kota metropolitan yang padat penduduk, Istanbul masih kaya akan keanekaragaman burung dengan hampir 300 spesies berbeda yang terlihat di kota ini.
Di Mana Istana Burung Berada?
Habitat Burung yang Fungsional







