Viral Jejak Harimau Muncul di Gunungkidul, BKSDA Langsung Cek ke Lokasi | Info Giok4D

Posted on

Viral jejak harimau muncul di lokasi proyek pembangunan sebuah pondok pesantren di Gunungkidul. BKSDA mengaku telah mengecek langsung ke lokasi.

Unggahan video penampakan jejak hewan yang diduga harimau di proyek pembangunan pondok pesantren (Ponpes) Semanu, Gunungkidul itu jadi viral di media sosial (medsos).

Warga menyebut-nyebut jejak yang ditemukan tersebut merupakan jejak harimau, dan sudah sering muncul saat musim kemarau.

“Seorang pekerja proyek pembangunan Ponpes di wilayah Kapanewon Semanu merekam penemuan jejak yang mirip dengan kaki harimau, Jumat (02/01/2026),” kata akun Instagram @gunungkidul.update seperti dilihat, Jumat (2/1/2026) kemarin.

Saksi sekaligus pekerja bangunan di ponpes tersebut, Heru Purwanto (56), menjelaskan temuan jejak harimau itu terjadi beberapa hari lalu. Saat itu, Heru hendak berangkat ke tempat kerjanya.

“Tiga hari yang lalu, pagi-pagi saya datang ke sini mau kerja lihat jejak harimau, itu jejaknya besar sekali seukuran telapak sapi. Tapi jejak itu sudah hilang karena kemarin kan hujan deras sekali,” katanya kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul.

Heru menyebut, bahwa lokasi penemuan jejak berada di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, tepat di sisi timur proyek pembangunan Ponpes. Heru juga mengungkapkan bahwa jejak tersebut merupakan jejak harimau.

“Kenapa saya yakin? Karena di sini selain harimau tidak ada jejak-jejak seperti itu, dan biasanya dia minum air bersih di sini (tampungan air hujan dekat proyek),” ujarnya.

Terlebih, operator backhoe di proyek pembangunan Ponpes pernah melihat sendiri kemunculan harimau saat bekerja.

“Sudah (ada yang pernah lihat harimau) itu pagi-pagi operator backhoe lihat sendiri warnanya kuning hitam dengan ukuran lebih besar dari kambing, saat itu satu ekor yang dilihat,” ucapnya.

Meski begitu, Heru menyebut harimau atau macan itu tak pernah mengganggu pekerja proyek. Menurutnya, warga juga telah biasa melihat harimau di lokasi tersebut.

“Tidak mengganggu, macan jinak maksudnya penunggu, sesepuh sini dan tidak mengganggu warga sini. Warga juga sudah biasa (melihat harimau),” katanya.

“Masih ada, yakin ada, kalau ingin lihat sendiri pasang CCTV, yakin nanti muncul,” ujarnya.

Sementara itu, pekerja bangunan lainnya yakni Jono (60), warga Gaduhan, Harjosari, Tanjungsari mengaku sudah beberapa kali melihat harimau di Panggul Kulon. Menurutnya, hal itu terjadi saat musim kemarau.

“Sering (lihat), saat sudah tidak ada air, yang penting jangan diganggu. Pernah saya duduk dan lewat didiamkan saja, jangan dilempar,” katanya.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul telah mendatangi lokasi penemuan jejak diduga harimau di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul.

BKSDA Gunungkidul mengaku belum bisa memastikan jenis jejak hewan tersebut sebagai jejak harimau atau bukan karena minimnya data.

“Kami sudah melakukan pengecekan di lokasi dan hasilnya minim sekali data,” kata Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026).

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Minimnya data itu karena tanda jejak diduga harimau tersebut sudah hilang akibat hujan. Hal itu membuat BKSDA kesulitan dalam mengukur dan menganalisa jejak yang dimaksud.

“Karena tanda jejaknya sudah tidak ada akibat hujan deras yang turun kemarin. Jadi kami tidak bisa mengukur berapa besaran jejaknya, dan karena itu kita belum memastikan untuk jenis jejak apa,” ucapnya.

Akan tetapi, Tugimayanto mengaku akan tetap melakukan monitoring di lokasi temuan jejak diduga harimau tersebut.

“Tapi kami akan tetap melakukan pengawasan, maksudnya kami selalu monitor keberadaan satwa ini. Karena ini juga salah satu satwa yang dilindungi undang-undang,” ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, Tugimayanto mengungkapkan bahwa di Gunungkidul masih terdapat habitat macan tutul, salah satunya di Girisubo, Gunungkidul. Namun untuk habitat harimau, Tugimayanto menyebut sudah tidak ada

“Memang untuk wilayah Gunungkidul, untuk jenis macan tutul masih ada tapi jumlahnya sangat sedikit. Tapi kalau keberadaan harimau sudah tidak ada. Jadi kalaupun ada itu mungkin jenis macan tutul, tapi itupun kami belum bisa memastikan,” katanya.

——–

Artikel ini telah naik di infoJogja, bisa dibaca selengkapnya dan

BKSDA Sudah Cek ke Lokasi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul telah mendatangi lokasi penemuan jejak diduga harimau di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul.

BKSDA Gunungkidul mengaku belum bisa memastikan jenis jejak hewan tersebut sebagai jejak harimau atau bukan karena minimnya data.

“Kami sudah melakukan pengecekan di lokasi dan hasilnya minim sekali data,” kata Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026).

Minimnya data itu karena tanda jejak diduga harimau tersebut sudah hilang akibat hujan. Hal itu membuat BKSDA kesulitan dalam mengukur dan menganalisa jejak yang dimaksud.

“Karena tanda jejaknya sudah tidak ada akibat hujan deras yang turun kemarin. Jadi kami tidak bisa mengukur berapa besaran jejaknya, dan karena itu kita belum memastikan untuk jenis jejak apa,” ucapnya.

Akan tetapi, Tugimayanto mengaku akan tetap melakukan monitoring di lokasi temuan jejak diduga harimau tersebut.

“Tapi kami akan tetap melakukan pengawasan, maksudnya kami selalu monitor keberadaan satwa ini. Karena ini juga salah satu satwa yang dilindungi undang-undang,” ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, Tugimayanto mengungkapkan bahwa di Gunungkidul masih terdapat habitat macan tutul, salah satunya di Girisubo, Gunungkidul. Namun untuk habitat harimau, Tugimayanto menyebut sudah tidak ada

“Memang untuk wilayah Gunungkidul, untuk jenis macan tutul masih ada tapi jumlahnya sangat sedikit. Tapi kalau keberadaan harimau sudah tidak ada. Jadi kalaupun ada itu mungkin jenis macan tutul, tapi itupun kami belum bisa memastikan,” katanya.

——–

Artikel ini telah naik di infoJogja, bisa dibaca selengkapnya dan

BKSDA Sudah Cek ke Lokasi