Viral Patung Macan Putih di Kediri Bermuka Lucu: Mirip Kuda Nil-Buat Selfie baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Wujud patung macan putih di Kediri menjadi viral di media sosial. Banyak yang menyebut mukanya lucu, mirip zebra sampai kuda nil. Banyak warga yang mau selfie!

Patung macan bermuka lucu itu berada di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Patung tersebut langsung menjadi perhatian publik karena bentuknya yang unik dan dinilai lucu oleh warganet.

“Perpaduan antara Kudanil. Zebra. Jadinya macan putih🙈🙈,” tulis seorang warganet yang dilihat, Sabtu (27/12/2025).

Warganet lain menyebut patung ini mirip hewan kuda nil yang berwarna putih.

“Apakah itu Kudanil putih??,” timpal yang lain.

“Sekedar bertanya, seperti itukah macan putih saat ini?,” tambah warganet.

Namun ada juga yang dengan sarkas mengajak warganet untuk lebih bijak ketika berkomentar, terutama patung itu adalah hasil karya seni.

“Selalu belajar menghargai karya seni orang lain.. Itu lebih baik.. Itu mungkin hasil kawin silang antara macan dengan kambing mungkin,” tulis warganet lainnya.

Sejak patung macan gemoy itu viral, warga dari berbagai daerah, bahkan dari luar kota seperti Surabaya berdatangan ke Desa Balongjeruk. Mereka sengaja datang untuk berfoto selfie dan menyaksikan langsung wujud dari patung macan putih gemoy tersebut.

Salah satu pengunjung bernama Feracrus mengaku rela menempuh perjalanan sekitar tiga setengah jam menggunakan motor demi melihat ikon desa yang ramai diperbincangkan di internet.

“Sengaja datang kepengen lihat patung macan putih viral,” kata Feracrus.

Sementara itu, Kepala Desa Balong Jeruk, Safi’i menjelaskan, patung macan putih tersebut dibangun sebagai ikon desa yang terinspirasi dari legenda lokal. Menurut cerita turun-temurun masyarakat setempat, macan putih dipercaya sebagai penjaga atau danyang Desa Balongjeruk.

Meski bentuk patung menuai beragam komentar di media sosial, Safi’i mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia justru mengapresiasi perhatian publik dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

“Semua kritik dan saran kami terima. Insyaallah patung ini akan kami perbaiki agar lebih aman dan lebih baik ke depannya,” jelas Safi’i.

Viralnya patung macan putih ternyata membawa dampak yang cukup positif, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dan potensi pergerakan ekonomi lokal. Namun, karena sifatnya yang masih dadakan, pemanfaatan untuk UMKM dan fasilitas pendukung belum sepenuhnya optimal.

Ke depannya, Pemerintah Desa Balong Jeruk berencana akan melakukan penataan ulang lokasi patung macan putih agar lebih aman dan dapat dimanfaatkan sebagai ikon wisata desa yang membanggakan masyarakat setempat.

——-

Artikel telah naik di

Patung Macan Putih Terinspirasi dari Legenda Lokal

Gambar ilustrasi