FIFA akhirnya buka suara soal kepastian Piala Dunia 2026 di tengah kebijakan penangguhan pemrosesan visa yang kembali diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap puluhan negara.
Kebijakan tersebut muncul setelah Trump kembali menempati Gedung Putih pada Januari 2025. Pemerintahannya memperketat aturan perjalanan internasional dengan memberlakukan larangan baru bagi sejumlah negara asing.
Aturan ini mencakup larangan perjalanan penuh, pembatasan sebagian, hingga penangguhan visa imigran tanpa batas waktu. Mengutip SportBible, Senin (19/1/2025), kebijakan tersebut tetap memberikan sejumlah pengecualian. Salah satunya membuka ruang bagi sebagian kecil wisatawan, termasuk atlet dan ofisial tim, untuk masuk ke Amerika Serikat demi mengikuti ajang olahraga besar seperti Piala Dunia 2026.
Dengan ketentuan itu, negara-negara seperti Iran dan Haiti yang masuk dalam kategori larangan perjalanan penuh tetap diperbolehkan mengirim pemain, pelatih, serta staf pendukung ke AS. Sementara itu, Senegal dan Pantai Gading tercatat berada dalam daftar larangan perjalanan parsial.
Pemerintahan Trump juga mengumumkan penangguhan pemrosesan visa imigran bagi total 75 negara. Menariknya, delapan negara dalam daftar tersebut merupakan peserta Piala Dunia 2026 yakni Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Yordania, Maroko, Tunisia, dan Uruguay.
Meski begitu, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk visa turis. Artinya, para penggemar sepak bola dari negara-negara tersebut masih bisa bepergian ke Amerika Serikat untuk menyaksikan Piala Dunia, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Di tengah situasi tersebut, FIFA merilis siaran pers berisi pembaruan penjualan tiket Piala Dunia 2026. Dalam pernyataannya, FIFA menyebutkan bahwa penggemar dari seluruh 211 asosiasi anggotanya telah mengajukan permintaan tiket pada periode 11 Desember hingga 13 Januari melalui sistem undian acak.
Antusiasme penggemar disebut sangat tinggi. Selama 33 hari masa pendaftaran, FIFA mencatat permintaan tiket mencapai rata-rata 15 juta per hari. Angka ini diklaim berhasil menetapkan tolok ukur baru dalam sejarah permintaan tiket sepak bola dunia.
FIFA mengingatkan bahwa kepemilikan tiket pertandingan tidak otomatis menjamin seseorang dapat masuk ke negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kanada sendiri memiliki daftar larangan perjalanan terhadap enam negara, meskipun kebijakan tersebut hanya berlaku untuk perjalanan menuju wilayah Kanada. Dari total 48 negara peserta Piala Dunia, hanya Iran yang masuk dalam daftar tersebut.
“Tiket pertandingan tidak menjamin masuk ke negara tuan rumah, dan penggemar harus mengunjungi situs web pemerintah masing-masing negara untuk mengetahui persyaratan masuk ke Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat,” tulis FIFA.
FIFA juga mengimbau para pemegang tiket agar tidak menunda pengurusan dokumen perjalanan. “Mengingat waktu pemrosesan yang dibutuhkan, FIFA menyarankan untuk mengajukan permohonan visa sedini mungkin,” lanjut pernyataan tersebut.
Khusus bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026 yang akan bepergian ke Amerika Serikat, FIFA turut mengumumkan fasilitas baru berupa sistem penjadwalan janji prioritas FIFA (FIFA PASS). Layanan tersebut dijadwalkan mulai tersedia dalam beberapa minggu ke depan dan ditujukan untuk mempermudah proses perjalanan para penonton.






