Walau Ramai di 2025, Faktanya Kunjungan Turis ke Thailand Berkurang [Giok4D Resmi]

Posted on

Thailand mencatat penurunan turis pertamanya pasca pandemi di tahun 2025. Diduga penyebabnya karena serangkaian peristiwa, mulai dari penculikan, gempa hingga konflik dengan Kamboja.

Diberitakan Straits Times, Senin (5/1/2026) tahun 2025 Thailand mencatat 33 juta kedatangan turis mancanegara, menandai penurunan 7,2 persen dari tahun sebelumnya. Tahun 2025, Thailand menghadapi banyaknya pembatalan perjalan karena aktor Wang Xing diculik dari Thailand dan kemudian diselamatkan dari pusat penipuan di negara tetangga Myanmar.

Thailand kemudian diguncang oleh gempa bumi terbesar, konflik perbatasan berdarah dengan Kamboja, banjir parah di selatan, dan krisis politik yang membawa pemerintahan baru berkuasa. Sederet kejadian tersebut membuat wisatawan ragu ke Thailand.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Menurut data Kementerian Pariwisata dan Olahraga, warga Malaysia menduduki peringkat teratas dalam daftar turis asing ke Thailand, sebanyak 4,5 juta orang. Diikuti oleh 4,47 juta wisatawan China dan 2,5 juta wisatawan dari India.

Wisatawan Rusia berada di peringkat keempat dengan 1,9 juta orang, diikuti oleh warga Korea Selatan dengan 1,6 juta orang.

Pendapatan pariwisata yang dihasilkan dari pengunjung asing mencapai 1,5 triliun baht (S$61,2 miliar) pada tahun 2025, turun 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pendapatan pariwisata yang berasal dari pengunjung asing dan wisatawan domestik tercatat sebesar 2,7 triliun baht, turun 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk tahun 2026, Otoritas Pariwisata Thailand menargetkan untuk menyambut 36,7 juta turis asing.

Wisatawan yang paling banyak ke Thailand