Malaysia optimistis sektor wisata domestik tetap ramai meski warganya memiliki paspor terkuat, yang memungkinkan mereka bepergian ke banyak negara tanpa hambatan. Pemerintah Malaysia tak mengurangi promosi untuk menarik wisatawan lokal.
Pada bulan November 2025, Pasport Index merilis data terbaru Global Passport Power Rank 2025 dengan menempatkan paspor Uni Emirat Arab sebagai yang terkuat. Pemegang paspor UEA bisa melenggang masuk tanpa visa ke 179 negara.
Setelah itu di posisi kedua ada Singapura dan Spanyol yang bebas visa ke 175 negara. Kemudian, pada peringkat ketiga diduduki oleh Malaysia bersama dengan 15 negara lainnya, yaitu Belgia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Luksemburg, Italia, Denmark, Portugal, Swiss, Yunani, Austria, Norwegia, Irlandia, dan Korea Selatan.
Meskipun warganya menjadi pemegang paspor terkuat di dunia, Malaysia tak risau soal pariwisata domestik. Mereka tetap mengampanyekan wisata untuk global dan wisata Malaysia saja.
“Kami pariwisata Malaysia ada dua slogan. Di peringkat dunia kita ada Visit Malaysia, tapi kalau di domestik kita ada kita Cuti-cuti Malaysia. Jadi kami tidak menghalang penerbangan (menghalangi warga Malaysia ke luar negeri), tetapi kita sentiasa membuat promosi Cuti-cuti Malaysia ini,” kata Director of Tourism Malaysia Hairi Mohd Yakzan, Rabu (21/1/2026).
Executive Vice President of Sales, Marketing & Public Relations Resorts World Genting, Spencer Lee, memandang sebagai salah satu negara dengan paspor terkuat, malah menunjukkan potensial dari Malaysia. Salah satunya akan lebih banyak peluang penerbangan ke Malaysia.
“Paspor kita juga merupakan kekuatan utama kita dalam hal konektivitas karena jika ingin maskapai lain terbang ke Malaysia, mereka juga perlu orang untuk terbang sebaliknya, karena maskapai bekerja dua arah,” kata Spencer.
“Dengan memiliki paspor yang kuat berarti lebih banyak maskapai akan datang ke Malaysia karena mereka melihat potensi di atas. Tetapi kita juga melihat bahwa konektivitas maskapai yang lebih baik juga membawa dampak yang lebih besar bagi Malaysia,” Spencer menambahkan.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.






